Beberapa di antaranya adalah Srikaloka, Pareanom, Madumurti, Dorodasih, Madubronto, hingga Pamularsih.
Selain sejarahnya yang kuat, Patangpuluhan kini juga berkembang menjadi pusat seni dan ekonomi kreatif.
Ada Grojokan Tanjung Winongo yang menjadi lokasi pementasan seni setiap selapan hari sekali, sentra industri blangkon, hingga kerajinan kulit yang dikelola warga. Tak ketinggalan, berbagai kampung pekerja seni yang masih melestarikan pertunjukan tradisional maupun seni modern.
Jejak prajurit Kraton yang melegenda kini berpadu dengan geliat seni masyarakat modern. Patangpuluhan tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga terus hidup sebagai ruang budaya yang menyatukan sejarah, seni, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!