Sebagai sebuah inovasi, penggunaan Augmented Reality ini memungkinkan wisatawan untuk mempelajari perjuangan bangsa di Monumen Nasional tanpa merusak artefak-artefak yang ada di sana.
2. Museum Situs Manusia Purba Sangiran
Museum Situs Manusia Purba Sangiran menampilkan proses evolusi manusia melalui Augmented Reality.
Rekonstruksi manusia purba ditampilkan secara lengkap dengan lingkungan tempat mereka hidup jutaan tahun lalu secara virtual.
Dengan adanya Augmented Reality, wisatawan dapat belajar dengan cara yang unik dan interaktif.
3. Galeri Nasional Indonesia
Galeri Nasional Indonesia menggunakan teknologi Augmented Reality untuk memberikan informasi tambahan di balik karya seni yang ditampilkan.
Informasi tersebut mengenai cerita di balik lukisan, teknik pembuatan, hingga simulasi tiga dimensi.
Selain sebagai upaya untuk menghidupkan kunjungan yang lebih interaktif, penggunaan Augmented Reality juga berdampak pada pengurangan penggunaan brosur dan panduan secara fisik.
4. Agung Rai Museum of Art
Salah satu museum yang berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali ini menggunakan teknologi Augmented Reality untuk memahami konteks budaya dan filosofi di balik seni Bali tradisional.
Melalui teknologi tersebut, animasi digital serta pemandangan virtual ditampilkan untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Bali di masa lampau serta beberapa tarian yang dimiliki oleh budaya Bali.
5. Candi Borobudur
Candi Borobudur menggunakan teknologi Augmented Reality untuk memberikan tur secara virtual.
Melalui tur tersebut wisatawan dapat melihat secara detail relief candi dengan penjelasan dari animasi.