Kuliner berbahan dasar daging sapi ini awal mulanya ditemukan oleh seseorang bernama Meng Bo.
Ia berinisiatif untuk menumbuk daging dan membentuknya menjadi bulatan agar ibunya yang sudah berusia lanjut dapat mengonsumsinya dengan mudah.
Hasil akulturasi budaya di Nusantara menjadikan bakso yang awal mulanya menggunakan daging babi menjadi berbahan dasar daging sapi.
2. Bakpia
Salah satu Warisan Budaya Takbenda yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta ini awal mulanya dibawa ke daerah tersebut oleh seorang warga etnis Tionghoa yang berasal dari Wonogiri bernama Kwik Sun Kwok pada tahun 1940-an.
Bakpia awal mulanya menggunakan minyak babi, namun berubah menjadi kue bulat tanpa minyak babi dengan beragam isi seperti kacang hijau, cokelat, atau keju.
Hingga kini bakpia menjadi salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa kembali ke rumah oleh wisatawan.
3. Bakpao
Berdasarkan sejarah, bakpao pertama kali dibuat oleh seorang ahli strategi militer terkenal bernama Zhuge Liang.
Menurut legenda, bakpao dibuat untuk menggantikan kepala prajurit yang pada saat itu digunakan sebagai persembahan kepada roh sungai pada saat perang.
Zhuge Liang membuat makanan ini karena menghargai nyawa pasukannya dan menolak tradisi tersebut.
Bakpao di Indonesia telah mengalami akulturasi. Roti kukus ini awal mulanya menggunakan daging babi, namun kini memiliki isian yang variatif seperti daging ayam, kacang hijau, atau kacang merah.
4. Bakwan
Siapa yang menyangka bahwa kudapan yang biasa menemani saat minum teh atau kopi ini merupakan hasil akulturasi budaya dari etnis Tionghoa?
Akulturasi budaya yang terjadi pada bakwan adalah dari bahan yang digunakan.