SketsaNusantara.id – Indonesia sebelum terbentuk menjadi sebuah negara memiliki sejarah yang sangat panjang. Dimulai dari Zaman Kerajaan hingga proses perjuangan kemerdekaan yang dilakukan oleh segenap bangsa di Nusantara ini.
Selama perjalanan sejarah tersebut, bangsa Indonesia telah banyak berinteraksi dengan budaya-budaya dari bangsa lain dan membentuk sebuah akulturasi budaya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kemenpar.go.id, akulturasi budaya adalah perpaduan dua budaya atau lebih dan menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur aslinya.
Salah satu akulturasi budaya yang terjadi adalah perpaduan budaya antara budaya Nusantara dengan budaya Tionghoa pada kuliner Indonesia.
Akulturasi budaya yang terjadi pada bidang kuliner ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, mengingat etnis Tionghoa telah lama berada di Indonesia dan memiliki sejarah yang cukup panjang.
Beberapa kuliner yang mengalami akulturasi budaya tersebut di antaranya memiliki nama dengan awalan “Bak” yang berarti daging.
Masyarakat Tionghoa dikenal dengan kebiasaannya mengonsumsi daging babi, sehingga kata “Bak” sering diasosiasikan dengan daging babi.
Seiring berjalannya waktu, setelah terjadi akulturasi budaya dengan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, penggunaan daging babi pada beragam kuliner tersebut diganti dengan bahan-bahan lain seperti daging sapi, kacang hijau, atau udang.
Menariknya, nama-nama kuliner tersebut tetap menggunakan nama “Bak” namun dengan perubahan pada bahan utama yang digunakan.
Berikut 5 kuliner yang populer di Indonesia dengan nama “Bak” hasil akulturasi budaya tersebut.
1. Bakso