jelajah

5 Kuliner Khas Nusantara dari Berbagai Daerah dengan Sejarah dan Filosofi yang Dalam, Cek di Sini, Ada Favoritmu?

Rabu, 3 September 2025 | 22:00 WIB
Berbagai kuliner khas Nusantara dengan sejarah dan filosofi yang dalam dari berbagai daerah, harus dilestarikan. (Visitingjogja.jogjaprov.go.id)

Masyarakat Papua, Maluku dan sekitarnya menjadikan Papeda sebagai makanan pokok karena memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap.

4. Burasak

Burasak adalah makanan khas suku Bugis, Sulawesi Selatan. Terbuat dari beras yang dicampur santan dengan sedikit garam, dibungkus dengan daun pisang, diikat secara khusus dan dimasak dengan cara dikukus.

Burasak termasuk makanan yang digunakan sebagai bokong (bekal) oleh masyarakat Bugis karena dapat bertahan lama antara dua sampai tiga hari tanpa dipanaskan.

Dalam masyarakat Bugis terkenal istilah Ma’burasa’ yang artinya adalah membuat Burasak.

Aktivitas Ma’burasa’ tidak hanya dilakukan menjelang hari raya keagamaan namun juga saat hajatan dan bepergian.

Makna filosofis dalam aktivitas Ma’burasa’ begitu dalam. Dalam aktivitas tersebut terdapat nilai-nilai gotong royong dan ikatan kebersamaan yang terjalin erat antara handai taulan.

5. Tinutuan

Tinutuan atau Bubur Manado sangat terkenal sebagai hidangan khas dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Bubur dengan kandungan dominan sayur-mayur ini memiliki sebutan lain, seperti Pedal di kalangan masyarakat Tontemboan atau Winiran di kalangan masyarakat Tondano.

Bahan-bahan dari Tinutuan sangat sederhana, di antaranya adalah beras, ubi kayu, ubi jalar, labu, rebung, kangkung, bayam, kemangi, dan sayur gedi. Semua direbus hingga matang.

Sejarah Tinutuan bermula saat Perang Dunia ke-2 ketika Indonesia masih dalam pendudukan Jepang.

Saat itu warga Minahasa terpaksa harus mengungsi ke hutan dan kebun sehingga akses makanan sangat terbatas, terutama beras.

Untuk bertahan hidup mereka mengumpulkan sayur-sayuran dan umbi-umbian yang tumbuh di sekitar mereka. Semua bahan tersebut direbus bersama dan lahirlah Tinutuan.

Hingga kini Tinutuan masih menjadi menu sarapan favorit. Enak, sehat, dan bahan-bahannya mudah didapat.

Halaman:

Tags

Terkini