Masyarakat membuat "pohon uang" yang dihiasi dengan uang kertas. Pohon ini kemudian diarak ke masjid atau surau sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial.
4. Endog-endogan (Banyuwangi)
Sesuai namanya, tradisi ini menggunakan telur sebagai simbol kelahiran. Telur rebus dihias dengan kertas warna-warni dan ditancapkan pada tusukan bambu.
Telur-telur ini kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam acara Maulid.
5. Kuah Beulangong (Aceh)
Di Aceh, peringatan Maulid identik dengan tradisi memasak Kuah Beulangong secara gotong royong.
Makanan khas Aceh berupa kari daging sapi atau kambing ini dimasak dalam kuali besar, kemudian dibagikan kepada masyarakat. Tradisi ini memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan.
6. Ampyang Maulid (Kudus)
Tradisi di Desa Loram Kulon, Kudus, ini melibatkan arak-arakan tandu berisi nasi kepel, buah-buahan, dan hasil bumi. Tandu yang dihias dengan ampyang (sejenis kerupuk) ini diarak keliling desa sebelum dibagikan kepada warga.
7. Walima (Gorontalo)
Tradisi Walima masyarakat di Gorontalo, masyarakat akan menyiapkan kue-kue tradisional seperti Kolombengi, curuti, buludeli, wapili, dam pisangi yang disusun rapi dan diarak dari rumah menuju masjid terdekat.
8. Muludhan (Jawa Timur)
Perayaan Muludhan di Jawa Timur dengan cara datang ke Masjid atau musholla dengan membawa talam yang diatasnya berisi tumpeng. Di sekeliling tumpeng tersebut dipenuhi beragam buah yang ditusuk dengan lidi dan dilekatkan kepeda tumpeng.
Nah itulah beberapa tradisi unik memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw di berbagai daerah di Indonesia. Bagaimana di daerah kamu?***