Ekosistem Cagar Alam Gunung Abang bertipe hutan hujan tropis dataran rendah. Di sini tumbuh berbagai flora seperti sempu (tanaman langka), beringin, luwing, saga, dan lain-lain.
Fauna yang hidup di sana mencakup kalong, lutung Jawa, kera abu-abu, dan berbagai jenis burung seperti elang dan tekukur.
Cagar Alam Pulau Sempu, Berada di Malang, kawasan ini menyimpan ekosistem pantai, hutan mangrove, serta hutan tropis yang masih terjaga keasliannya.
Cagar Alam Pulau Bawean dan Pulau Noko & Nusa, berlokasi di Kabupaten Gresik, keduanya merupakan pulau-pulau kecil yang ditetapkan sebagai cagar alam untuk menjaga keanekaragaman hayati endemik lokal.
Selain itu, ada juga banyak cagar alam lainnya seperti Gunung Sigogor, Gua Nglirip, Janggangan Rogojampi I & II, dan lain-lain yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.
Menyelami Suaka Margasatwa di Jawa Timur
Sementara itu, terdapat 3 suaka margasatwa yang dikelola oleh BBKSDA Jatim.
Suaka Margasatwa Pulau Bawean menjadi salah satu kawasan konservasi penting di Jawa Timur. Fokus utamanya adalah melindungi Rusa Bawean (Axis kuhlii), satwa endemik yang hanya ditemukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
Rusa ini termasuk satwa langka dan dilindungi karena populasinya terbatas dan rentan terhadap ancaman kerusakan habitat.
Selain rusa, kawasan ini juga menjadi rumah bagi berbagai jenis burung endemik dan mamalia kecil.
Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung, terletak di Kabupaten Jember, suaka ini memiliki berbagai ekosistem, seperti hutan pantai, mangrove, dan hutan tropis dataran rendah.
Flora khas seperti mangrove, putat, ketapang dan lainnya tumbuh subur. Faunanya juga kaya, termasuk penyu hijau, rusa Timor, lutung, babi hutan, kera abu-abu, elang laut, dan beberapa jenis burung air.
Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang (Gunung Argopuro). Kawasan ini khas dengan habitat satwa liar seperti Macan Tutul Jawa, Rusa Timor, hingga Merak Hijau.