jelajah

Jawa Timur Surganya Cagar Alam dan Suaka Margasatwa, Apa Sih Bedanya?

Rabu, 3 September 2025 | 15:30 WIB
Kawasan hutan Pulau Nusa Barung awalnya ditunjuk sebagai Cagar Alam, kemudian pada tahun 2013 diubah menjadi Suaka Margasatwa (SM) Pulau Nusa Barung (bbksdajatim.org)

SeksaNusantara.id – Di antara gemuruh pembangunan dan modernisasi, Jawa Timur menyimpan kekayaan alam yang diwariskan untuk dilindungi.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim mengelola dua konservasi utama, yaitu cagar alam dan suaka margasatwa.

Meski keduanya sama-sama bertujuan melindungi alam, keduanya memiliki fokus dan aturan pengelolaan berbeda. Apa Bedanya Cagar Alam dan Suaka Margasatwa?

Baca Juga: Wisata Teluk Love di Jember, Teluk Berbentuk di Area Pantai Payangan yang Hati Cocok Bagi Pengantin Baru

Cagar Alam merupakan wilayah yang ditetapkan untuk melindungi berbagai keanekaragaman hayati, ekosistem, serta geologi penting.

Fokus utamanya adalah menjaga kelestarian alam secara keseluruhan, baik flora, fauna, maupun bentang alamnya dengan intervensi manusia seminimal mungkin.

Sementara itu, Suaka Margasatwa difokuskan pada perlindungan satwa liar dan habitatnya.

Baca Juga: Rasakan Atmosfer Timur Tengah di Jantung Kota Jember, Ada yang Istimewa di Tempat Ini

Fungsi utamanya adalah menjaga populasi satwa dan kehidupan mereka agar tetap stabil, sekaligus memberi ruang bagi migrasi, pembiakan, dan kelangsungan hidup spesies.

Dari segi regulasi, suaka margasatwa biasanya lebih mengizinkan kegiatan tertentu seperti penelitian dan rehabilitasi satwa, sementara cagar alam cenderung lebih ketat terhadap aktivitas manusia demi menjaga ekosistem murni.

Ragam Cagar Alam di Jawa Timur

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi bbksdajatim.org, BBKSDA Jawa Timur mencantumkan 17 cagar alam di laman resminya.

Baca Juga: Disebut Kota Santri, Ini 5 Rekomendasi Kuliner Khas Jombang yang Wajib Dikunjungi

Beberapa contohnya seperti Cagar Alam Gunung Abang yang terletak di Kabupaten Pasuruan.

Halaman:

Tags

Terkini