Kata “Sluku-sluku” berasal dari bahasa Arab yaitu “Salaka-Yasluku” yang artinya berjalan. Sedangkan Bathok berarti kepala. Sehingga jika disatukan berarti berjalannya kepala, yang bermakna berjalannya kehidupan seorang manusia.
Bathoke Ela-Elo
Orang yang sedang berdzikir biasa menggeleng-gelengkan kepalanya seraya mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah.
Lirik ini bermakna bahwa jiwa dan raga harus dikondisikan secara seimbang. Beristirahat sejenak dengan cara berdzikir dalam segala kondisi.
Si Rama Menyang Sala
Sala diambil dari kata “Sholla” atau “Musholla.” Hal ini bermakna bahwa seorang bapak, yaitu manusia yang sudah cukup umur pergi ke musholla.
Oleh-Olehe Payung Motha
Oleh-oleh atau buah tangan apakah yang biasanya didapat setelah dari musholla? Yaitu ingat akan kematian. Payung Motha adalah payung yang biasa digunakan untuk mengantar jenazah.
Mak Jenthit Lolo Lobah
Orang Jawa pada zaman dahulu sering mengatakan bahwa perilaku seseorang yang sedang sholat itu “Jenthat-Jenthit.” Karena gerakan sholat yang dinamis seperti ruku’ dan sujud.
Wong Mati Ora Obah
Maknanya adalah mengingatkan bahwa ketika manusia sudah tidak bernyawa tidak akan mampu melakukan apapun di dunia ini.
Nek Obah Medeni Bocah
Ketika manusia sudah tidak bernyawa bergerak akan menakuti anak-anak, bahkan orang dewasa pun akan takut.
Nek Urip Goleka Dhuwit
Ketika masih berkesempatan hidup berkaryalah dan mencari penghidupan atas izin Allah.