SketsaNusantara.id – Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh dari Walisongo yang menyebarkan ajaran Islam dengan cara yang unik.
Wali yang berasal dari Tuban, Jawa Timur ini kerap berdakwah dengan cara mengemas pengajarannya menggunakan budaya Jawa yang sangat melekat pada masyarakat pada kala itu.
Salah satu di antaranya adalah dengan menciptakan beberapa karya berupa tembang dolanan anak yang kaya akan makna.
Satu di antara tembang-tembang tersebut adalah tembang yang berjudul Sluku-Sluku Bathok. Begini bunyinya:
Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si rama menyang Sala
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit
Baca Juga: 5 Fakta Dakwah Islam Sunan Kalijaga yang Ternyata Sangat Cerdik dan Tanpa Kekerasan
Secara bahasa arti dari lirik tembang dolanan ini adalah sebagai berikut:
Ayun-ayun kepala
Kepalanya geleng geleng
Si bapak pergi ke Sala
Oleh-olehnya payung mutha
Secara tiba-tiba begerak
Orang mati tidak bergerak
Kalau bergerak menakuti anak-anak
Kalau hidup carilah uang
Tembang dolanan ini kerap dinyanyikan oleh anak-anak pada zaman dahulu dengan beberapa gerakan khas yang seirama dengan lirik yang dinyanyikan.
Seperti gerakan duduk melingkar saling berhadapan dengan kaki diluruskan ke depan.
Kedua telapak tangan diletakkan di depan lutut, lantas menyanyikan tembang Sluku-Sluku Bathok seraya mengayunkan kedua tangannya ke depan belakang. Sehingga seolah kedua tangan mengusap-usap kaki.
Meski menjadi tembang dolanan yang banyak dinyanyikan anak-anak pada kala itu dalam sebuah permainan, makna dari tembang ini ternyata sangat dalam.
Sluku-Sluku Bathok