SketsaNusantara.id - Indonesia memiliki beragam menu kuliner dan jajanan tradisional yang istimewa.
Kita selalu bisa menemukan kue atau makanan ringan dengan cita rasa unik, bahan sederhana, dan teknik pembuatan yang khas.
Keistimewaan jajanan tradisional adalah selalu dibuat segar sehingga umumnya tidak bisa disimpan lama.
Jajanan seperti ini biasanya mudah ditemui di depan sekolah, pasar tradisional, atau tempat keramaian.
Penjualnya menggunakan gerobak kecil, membawa kompor atau tungku, dan membuatnya langsung di tempat agar tetap hangat dan renyah saat dinikmati.
Jajanan tradisional yang dimaksud ialah kue ape. Dalam buku Jajanan Tradisional Asli Indonesia karya Paskalina Oktavianawati yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tahun 2017, kue ape digambarkan dengan jelas.
Bentuknya bulat, pinggirannya renyah ketika dimakan, lalu bagian tengahnya empuk dan kenyal.
Baca Juga: Waspada! Jajanan Kekinian Ini Bisa Picu Diabetes dan Kanker Loh, Matcha dan Seblak Termasuk?
Warna kue ini hijau, tetapi pinggirannya cokelat karena ketika dimasak pinggirannya menjadi agak kering dan renyah, dikutip SketsaNusantara.id dari buku tersebut.
Kue ape dikenal memiliki nama unik yang konon berasal dari bahasa Betawi.
Kata ape dalam bahasa Betawi berarti apa. Namun, meskipun banyak yang menyebut asalnya dari Betawi, kue ini dapat ditemui di banyak daerah di Indonesia.
Penjualnya membawa gerobak kecil lengkap dengan tungku, wajan, dan adonan yang disiapkan di tempat untuk menjaga cita rasa dan teksturnya tetap nikmat saat dimakan.