3. Didominasi Kawasan Hijau: Hutan, Sawah, dan Perkebunan
Penggunaan lahan di Jember sebagian besar merupakan kawasan hijau. Lahan-lahan ini mencakup hutan, area persawahan, tegalan, hingga perkebunan.
Dominasi kawasan hijau ini tidak hanya mendukung ekosistem lokal, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.
4. Memiliki 67 Pulau Kecil, Tapi 51 Belum Bernama
Tak banyak yang tahu bahwa Kabupaten Jember juga memiliki wilayah kepulauan. Terdapat sekitar 67 pulau kecil di kawasan ini. Dari jumlah tersebut, baru 16 pulau yang memiliki nama resmi, sementara sisanya—sejumlah 51 pulau—masih belum memiliki nama.
Fakta ini membuka ruang potensi pengembangan wilayah maritim yang belum tergarap maksimal.
5. Iklim Musiman yang Konsisten Setiap Tahun
Jember memiliki pola cuaca yang stabil dan konsisten tiap tahunnya. Musim kemarau biasanya berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober, sedangkan musim penghujan terjadi antara November sampai April.
Pola ini membuat Jember memiliki siklus pertanian yang terprediksi, meskipun tetap dipengaruhi oleh anomali iklim global dalam beberapa tahun terakhir.
Kabupaten Jember bukan sekadar daerah agraris atau destinasi wisata. Di balik itu, struktur geografisnya menyimpan banyak hal yang bisa digali lebih dalam, baik untuk kepentingan ekonomi, lingkungan, maupun budaya. Fakta-fakta di atas hanyalah sebagian kecil dari potensi wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih luas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!