Tradisi melempar atau melarung sesajen ke laut atau gunung ini masih kerap dilakukan.
Labuhan dipercaya sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa alam sekaligus memohon keselamatan.
3. Selamatan Khusus Selama 1 Minggu
Tradisi tirakat ini sering dilakukan oleh pihak keraton baik Kraton Yogyakarta maupun Kasunanan Surakarta.
Dikutip dari karya Wahyana Giri berjudul Sajen dan Ritula Orang Jawa (2017), selamatan tersebut dilakukan pada hari minggu dengan sesajen yang berbeda-beda tiap harinya.
Sajen hari minggu disiapkan nasi uduk dan ayam bumbu lambaran.
Pada hari Senin, disiapkan sesajen berupa jennag pliringan yang bertujuan untuk memule Raden Mas Kala-Kala.
Selanjutnya, sesajen hari Selasa berupa Serabi dan klepon sedangkan Rabu berupa Jenang Abang.
Kamis, makanan yang disiapkan yakni Nasi Punar dan daging goreng, lalu Jeang Baro-baro dari kantul untuk sesaji hari Jumat.
Lalu terakhir, sesajen hari Sabtu yang berupa Sega Megana dan ikan air tawar.
4. Siraman di Air Terjun Sedudo
Bagi masyarakat Nganjuk, salah satu tradisi Suro yang masih sering dilakukan yakni Siraman Sedudo.