jelajah

4 Ritual dan Tradisi Sakral di Bulan Suro, Ada Selamatan Khusus Selama Seminggu hingga Melarung Sesaji

Jumat, 27 Juni 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi tradisi bulan Suro yang masih hidup di masyarakat Jawa saat ini (YouTube Ridwan Prakoso)

Baca Juga: 6 Tradisi Malam 1 Suro Masyarakat Jawa: Ada Pawai Obor hingga Kirab Kebo Bule Keraton Surakarta, di Tatar Sunda Lakukan Ini

Tradisi melempar atau melarung sesajen ke laut atau gunung ini masih kerap dilakukan.

Labuhan dipercaya sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa alam sekaligus memohon keselamatan.

3. Selamatan Khusus Selama 1 Minggu

Tradisi tirakat ini sering dilakukan oleh pihak keraton baik Kraton Yogyakarta maupun Kasunanan Surakarta.

Dikutip dari karya Wahyana Giri berjudul Sajen dan Ritula Orang Jawa (2017), selamatan tersebut dilakukan pada hari minggu dengan sesajen yang berbeda-beda tiap harinya.

Sajen hari minggu disiapkan nasi uduk dan ayam bumbu lambaran.

Pada hari Senin, disiapkan sesajen berupa jennag pliringan yang bertujuan untuk memule Raden Mas Kala-Kala.

Baca Juga: 5 Mitos Malam 1 Suro yang Banyak Diyakini Masyarakat Jawa: Ada Pantangan Ini hingga Kesialan Jika Melanggar

Selanjutnya, sesajen hari Selasa berupa Serabi dan klepon sedangkan Rabu berupa Jenang Abang.

Kamis, makanan yang disiapkan yakni Nasi Punar dan daging goreng, lalu Jeang Baro-baro dari kantul untuk sesaji hari Jumat.

Lalu terakhir, sesajen hari Sabtu yang berupa Sega Megana dan ikan air tawar.

Baca Juga: Kisah Desa di Atas Awan dan Makam Keramat di Lereng Pegunungan Wilis, Ada Ritual Ziarah Bulan Suro yang Menarik Ribuan Peziarah ke Ngliman

4. Siraman di Air Terjun Sedudo

Bagi masyarakat Nganjuk, salah satu tradisi Suro yang masih sering dilakukan yakni Siraman Sedudo.

Halaman:

Tags

Terkini