jelajah

Makna Tumpeng dalam Tradisi Masyarakat Jawa dan Kaitannya dengan Gunung

Minggu, 8 Juni 2025 | 13:30 WIB
Sajian Tumpeng yang kini sudah menjadi salah budaya di masyarakat Jawa (Unsplash/ Inna Safa)

SketsaNusantara.id - Tumpeng menjadi hidangan nasi yang memiliki makna dan simbolis dalam budaya Jawa.

Bentuk dari tumpeng ini yaitu mengerucut yang melambangkan gunung suci.

Di mana dalam gunung sering dianggap sebagai tempat para dewa dan roh nenek moyang tinggal.

Baca Juga: Sejarah Tradisi Toron yang Sudah Ada Sebelum Abad ke-19, Ternyata Ini Alasan Warga Madura Mudik Besar-Besaran saat Hari Raya Idul Adha

Dalam konteks peringatan, tumpeng melambangkan mengenai kesuburan, keberkahan, serta keharmonisan.

Menurut BPNB Yogyakarta, tumpeng megana digunakan untuk perlengkapan sesaji. Biasanya dibuat ketika orang mempunyai hajatan, yaitu ketika memasang tarub atau tenda hias dalam upacara adat pernikahan.

Penyajian tumpeng biasanya dihiasi dengan lilitan sayur kacang panjang yang diletakkan melingkari makanan hingga ke puncaknya.

Baca Juga: 7 Tempat Favorit dan Menjadi Tradisi Warga Sukabumi untuk Melaksanakan Sholat Idul Adha 2025 M atau 1446 H

Pada bagian atas, makanan diberi bawang merah serta ujung paling atas diletakkan cabai.

Sementara itu, di sisi kanan dan kiri tersusun berbagai sayuran serta lauk pauk yang telah dimasak sebagai menu pendamping.

Seluruh sajian tumpeng ini disajikan di atas tampah atau anyaman bambu dengan bentuk bulat pipih, dengan sebelumnya sudah dilapisi daun pisang terlebih dahulu.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Tradisi Pemakaman Umat Hindu di Jember, Prosesi Sakral yang Sarat Makna Budaya, Mirip Seperti di Bali?

Makna Filosofis Gunung dalam Bentuk Tumpeng

Makna dari tumpeng megana menggambarkan bahwa secara jasmani, manusia belum hadir di dunia, tapi roh sucinya sudah ada dan berada di hadirat Sang Ilahi.

Halaman:

Tags

Terkini