SketsaNusantara.id - Keraton Yogyakarta tidak hanya menyimpan kekayaan budaya dan sejarah, tetapi juga kuliner yang sarat makna dan cita rasa.
Di antara warisan kuliner keraton yang bertahan dari masa ke masa, olahan dendeng menjadi salah satu primadona yang lekat dengan selera para sultan.
Dengan bumbu dasar bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan gula jawa, aneka dendeng ini diolah dengan teknik khas yang diwariskan secara turun-temurun.
Dilansir dari buku Ensiklopedi Kraton Yogyakarta terbitan Dinas Kebudayaan DIY cetakan ke-2 tahun 2014, berikut 5 varian dendeng khas Keraton Yogyakarta yang tercatat sebagai menu favorit para raja.
1. Dendeng Age
Dendeng Age menjadi salah satu menu paling istimewa di dapur keraton.
Proses pengolahannya dilakukan dengan cara membakar potongan daging yang sebelumnya sudah dimarinasi, sambil terus diolesi dengan santan berbumbu. Perpaduan rasa gurih, manis, dan aroma asap dari pembakaran menjadikan Dendeng Age begitu menggugah selera.
Dendeng ini merupakan hidangan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Tak heran jika masakan ini sering hadir dalam jamuan kenegaraan maupun perayaan istimewa keluarga keraton.
2. Dendeng Suwir
Kelezatan Dendeng Suwir terletak pada teknik memasaknya yang kompleks namun menghasilkan rasa yang dalam.
Daging sapi disuwir halus, lalu ditumis dengan bumbu khas, dibakar hingga kering, dan akhirnya disajikan di dalam bilah bambu, memberikan sentuhan estetika sekaligus aroma khas.