Pabrik yangg kini berusia 104 tahun ini sempat berhenti beroperasi yakni saat Perang Dunia II.
Sementara pada masa pendudukan Jepang, Pabrik Gula Semboro dialihfungsukan menjadi pabrik minuman soda.
Selanjutnya pasca kemerdekaan tepatnya pada periode 1945-1949, pabrik ini digunakan sebagai pabrik senjata.
Baca Juga: 3600 Artefak Bersejarah di Jember Dilindungi sejak 1985, Sebagian Dicuri Bahkan Dijual ke Jerman
Barulah di tahun 1950, pabrik ini kembali ke fungsi awalnya yaitu sebagai pabrik gula.
12 Tahun setelah Indonesia merdeka, seluruh perusahaan yang didirikan pemerintah kolonial Belanda, diambil alih oleh pemerintah Indonesia, termasuk Pabrik Gula Semboro.
Dan pada tahun 1975, pabrik ini menjadi bagian dari PTPN XI yang berpusat di Surabaya.
Saat ini Pabrik Gula Semboro berada di bawah manajemen Sinergi Gula Nasional (SGN), salah satu anak perusahaan dari PTPN XI dengan kapasitas rata-rata penggilingan. yakni 700 ton tebu atau 35 ribu ton gula setiap musim giling.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!