Namun, Pasar Papringan digelar bukan hanya sebagai atraksi wisata. Rupanya, ia berperan penting dalam aktivitas revitalisasi desa.
Diinisiasi oleh Singgih S. Kartono, founder Speda Movement, Pasar Papringan dijadikan sebagai wisata sosial yang mengedepankan interaksi dan keterlibatan diskusi antara warga dan wisatawan sejak tahun 2016.
Pembangunan dan pengelolaan Pasar Papringan juga sangat melibatkan warga setempat. Dengan semangat gotong royong, masyarakat Dusun Ngadiporno berkontribusi sebagai pelapak, juru bersih-bersih, hingga juru parkir.
Sejak dibukanya pasar pada pukul 06.00–12.00 WIB, seluruh warga yang berpartisipasi terlihat menjalankan peran masing-masing secara seimbang, saling bahu membahu menolong, lalu datang-pulang bersamaan.
Mengunjungi Pasar Papringan tidak hanya akan membuatmu menikmati semilir angin sejuk yang membuat dedaunan bambu menari saja, tetapi juga menentramkan hati dengan terlibat dalam kegiatan sosial hangat bersama warga dan para pengunjung lain. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!