Selain Dewi Laksmi yang dilambangkan sebagai dewi kesuburan, di sampingnya berdiri patung Dewi Sri.
Dewi Sri sering dianggap sebagai asal mula ladang padi di Pulau Jawa, yang dilambangkan sebagai kemakmuran.
Konon kolam candi ini pernah digunakan oleh Raja Airlangga dan keluarga kerajaan.
Tempat ini digunakannya untuk meditasi, pembersihan spiritual, hingga menikmati ketenangan bersama Dewi Laksmi dan Dewi Sri.
Situs peninggalan masa Kerajaan Kahuripan ini adalah Candi Belahan.
Sekitar abad ke-11 atau seribu tahun yang lalu candi ini pun dibangun, atau bertepatan dengan masa pemerintahan Raja Airlangga.
Selain dua patung Dewi Laksmi dan Dewi Sri, rupanya dulu di tempat ini juga ada patung yang lain.
Patung tersebut adalah patung Dewa Wisnu yang tengah menunggangi burung Garuda.
Namun, patung tersebut kini telah dipindahkan dan disimpan rapi dalam Museum Purbakala Trowulan, Mojokerto.
Ternyata Candi Belahan di Pasuruan ini ternyata pernah terpendam hingga akhirnya ditemukan lagi oleh arkeolog Hindia Belanda pada tahun 1925.
Jernihnya air yang mengalir melewati patung di candi Belahan ini membuat warga sekitar memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Hingga tak heran jika saat ini kondisi Candi Belahan masih terawat dan terlihat alami.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!