Adanya semburan lumpur ini membuat terjadinya sebuah gundukan tanah setinggi 5 meter, yang kemudian disebut gunung oleh warga setempat.
Adanya gunung yang terbentuk secara alami karena semburan lumpur ini bahkan dijadikan sebagai nama kecamatan di Surabaya.
Gunung lumpur ini ternyata juga sempat menjadi perhatian pemerintah Belanda.
Sehingga di tahun 1888, Belanda melakukan pengeboran gas bumi di wilayah ini.
Semburan lumpur ini berlokasi di kecamatan Gunung Anyar, Surabaya.
Sesuai dengan namanya, gunung anyar yang berarti gunung baru, merujuk pada fenomena alam yang terjadi akibat semburan lumpur di sini.
Uniknya lokasi semburan lumpur ini berada di tengah perkampungan warga.
Warga seakan sudah terbiasa dengan adanya semburan lumpur yang hingga kini masih aktif.
Hingga tetap bertahan meski semburan lumpur belum berhenti selama ratusan tahun lamanya.
Semburan lumpur yang masih aktif layaknya lumpur panas Lapindo ini, kadang meluber hingga ke pemukiman warga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!