SketsaNusantara.id - Sudah hampir 19 tahun semburan lumpur Lapindo belum juga menunjukkan tanda akan berhenti mengeluarkan lumpur panas.
Peristiwa yang terjadi tepatnya sejak tanggal 29 Mei 2006 ini, telah mengubah wajah Sidoarjo.
Bagaimana tidak, akibat adanya peristiwa ini sebanyak 16 desa tergenang luapan lumpur panas.
Baca Juga: Gelar Haflah Akhirussanah, Siswa SMA Islam Sidoarjo Diwisuda Orangtua Masing-masing
Namun ternyata fenomena semburan lumpur ini bukan hanya terjadi di Sidoarjo.
Beberapa daerah di tanah air juga ada yang mengalami kejadian serupa, meski efeknya tak sedahsyat yang terjadi di lumpur Lapindo Sidoarjo.
Jika lumpur Lapindo di Sidoarjo sudah terjadi selama 18 tahun, ada satu semburan lumpur di tanah air yang konon telah terjadi sejak zaman kerajaan Mataram.
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @jadimaukemana yang diunggah pada 21 Mei 2024, semburan lumpur ini berlokasi di wilayah Surabaya.
Meski lokasinya berdekatan dengan Sidoarjo, namun ternyata semburan lumpur di Surabaya ini lebih dulu muncul.
Hal ini dibuktikan dengan adanya dokumentasi yang telah diarsipkan oleh Leiden University Libraries.
Baca Juga: Dari Sidoarjo ke Amerika, Kisah UMKM Parfum Lokal Tembus Pasar Dunia Berkat BRI UMKM EXPO(RT) 2025
Dokumentasi fenomena alam ini terjadi pada masa Hindia Belanda tepatnya pada tahun 1931.