Sebelum memasuki toko kelontong legendaris ini, dari luar sudah tampak bangunan dengan desain khas zaman dulu.
Benar saja, bagian dalam toko ini seakan membawa ke memori masa lalu, terlihat dari interior toko yang lawas dan tetap dipertahankan hingga puluhan tahun lamanya.
Mulai dari etalase khas zaman dulu hingga lemari kayu yang memajang rapi barang-barang dagangan.
Tak hanya menjual produk dari merk masa kini, toko ini juga menyediakan produk legendaris yang sudah ada sejak tahun 1927.
Produk legendaris tersebut adalah bedak Saripohatji, yang menjadi merek terpopuler pada masanya.
Pemilik toko yang masih mampu bertahan di tengah pesatnya perkembangan modernisasi ini adalah Ebo Rusli.
Pria berusia 75 tahun ini masih membuka toko kelontong ini meski minimarket modern terus menjamur.
Upaya untuk menjaga kekhasan toko kelontong ini pun membuahkan apresiasi dari pemerintah setempat.
Pada tahun 2023 yang lalu toko kelontong ini ditetapkan sebagai cagar budaya.
Hal ini terlihat dari piagam penghargaan yang dipajang di depan toko yang berlokasi di Kota Bandung ini.
Pantas saja jika toko ini dinobatkan menjadi cagar budaya kota Bandung, karena mampu mempertahankan bangunan lawas yang berusia lebih dari 8 dekade ini.
Jika ingin bernostalgia dengan toko kelontong jadul, bisa langsung berkunjung ke toko yang berlokasi di Gempol, Bandung ini.
Nama toko kelontong legendaris ini adalah Toko Cahaya yang tak hanya sediakan beragam barang dagangan, tetapi juga menawarkan kenangan dari masa silam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!