SketsaNusantara.id - Di tengah ramainya kuliner kekinian, satu nama tetap bertahan dengan setia dan menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Konon, sajian ini dulunya menjadi pilihan utama para petani saat istirahat di sawah. Murah, bergizi, dan tentunya lezat.
Cita rasanya autentik, bumbu rempah yang kuat, dan sejarah panjang menjadikan kuliner ini tak tergantikan.
Baca Juga: Sarapan Menggugah Selera ala Soto Tangkar Babeh Oga di Malang, Selalu Antri Sampai Buka Cabang!
Masakan ini adalah Soto Kemiri, hidangan khas Pati yang melegenda.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Patikab.go.id, soto ini bukan sekadar makanan, tapi bagian dari keseharian dan sejarah budaya yang lekat dengan kehidupan pedesaan.
Dulu, Soto Kemiri menjadi menu utama para petani di siang hari, saat istirahat dari bercocok tanam di sawah.
Alasan utamanya sederhana, yakni karena murah dan lezat. Kuah soto yang gurih dengan aroma kemiri, nasi hangat, dan suwiran ayam kampung menjadikan soto ini tetap menggugah selera meski disajikan sederhana.
Menariknya, nama Soto Kemiri sendiri diyakini berasal dari Dukuh Kemiri, Desa Sarirejo, Kabupaten Pati. Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai hutan rempah-rempah, khususnya pohon kemiri.
Mayoritas penjual soto kemiri berasal dari sana dan menjajakan dagangan mereka di sepanjang Jalan Kembang Joyo, dekat dukuh tersebut.
Namun ada pula versi sejarah yang menyebut bahwa dulu, masyarakat tak mampu membeli ayam atau daging. Maka kemiri dipakai sebagai bahan utama bumbu, menggantikan kekayaan rasa yang seharusnya datang dari daging. Dari situ, lahirlah Soto Kemiri, soto dengan kuah santan encer berwarna kuning kunyit dan rasa gurih yang khas dari kemiri.
Bahan pelengkapnya cukup sederhana: nasi, kecambah atau tauge, seledri, dan bawang goreng. Di atasnya dituang kuah soto berbumbu kemiri.