jelajah

Amed Salt Centre, Sentra Pemasaran Garam Amed Karangasem Bali: Bisnis Petani Garam Berbasis Tradisi yang Terus Lestari

Kamis, 8 Mei 2025 | 21:30 WIB
Penjualan Garam Amed Bali dalam packaging glass jar dan box pack di Amed Salt Centre Amed, Karangasem, Bali. (SketsaNusantara.id/SYAFARIANI)

 

SketsaNusantara.id - Perjalanan di awal November 2024 ke Karangasem Bali, mengajak Redaksi untuk mengunjungi Amed Salt Centre di Amed, Karangasem, Bali. Tempat yang disediakan sebagai sentra pemasaran Garam Amed.

Berada di tempat ini, Redaksi menemukan banyak informasi yang sangat bermanfaat tentang bagaimana Garam Amed diproduksi oleh para petani garam yang tak letih melaksanakan bisnis yang berbasis tradisi

Garam Amed yang sudah mendapatkan sertifikasi IG (Indikasi Geografis) dari DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Ham) Republik Indonesia No. 000000038 pada 23 Desember 2015 ini, semakin mengukuhkan bisnis Garam Amed dalam skala yang lebih luas.

Baca Juga: Resort Termewah di Bali? Intip 4 Fakta Lokasi Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier: Tempat Elit Harga Kamar Mulai Rp10 Juta

Saat berada di dalam Amed Salt Centre, Redaksi menemukan beberapa informasi yang sangat informatif yang sarat dengan ilmu tentang bagaimana proses pembuatan garam yang masih dilakukan secara tradisional.

Lewat beberapa lembaran informasi yang tertempel di dinding dan beberapa foto jepretan photographer professional, Redaksi seakan diajak untuk melihat geliat kerja para petani garam saat proses pengerjaan berlangsung.

Kegiatan yang tentunya hanya bisa dilakukan selama musim panas. Karena proses penyulingan air laut hingga menjadi butiran garam sangat bergantung pada teriknya matahari.

Baca Juga: Rutin Jelang Hari Suci Nyepi, Intip Sejarah Ogoh-Ogoh yang Jadi Salah Satu Daya Tarik di Pulau Bali, Sudah Ada Sejak Tahun 1983

Melalui sebuah informasi tertulis yang disusun oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Amed Bali, garam yang diproduksi di daerah pesisir Amed memiliki beberapa keunikan.

Selain diwariskan secara turun temurun sejak abad ke-15, Garam Amed memiliki kandungan NaCl 95-96% dengan tidak ada deteksi cemaran logam. Garam Amed pun bersih, memiliki aroma enak, lunak, kering, mudah larut, dengan rasa asin yang sangat kuat.

Garam Amed juga tergolong sebagai jenis garam premium atau lebih dikenal sebagai gourmet salt. Jenis garam inilah yang biasanya digunakan oleh para chef berskala internasional atau yang sudah punya memiliki kualifikasi mentereng di dunia kuliner.

MPIG Garam Amed sendiri adalah sebuah instrumen dan wadah/organisasi penguat bagi para petani garam. Lewat MPIG jugalah permohonan Identifikasi Geografis dapat diproses.

Organisasi ini dibentuk dalam sebuah musyawarah para pelaku usaha Garam Amed Bali dan pemerintah kabupaten Karangasem yang kemudian kesepakatannya dikuatkan oleh Bupati Karangasem pada Maret 2025.

Halaman:

Tags

Terkini