jelajah

Tempat Karantina Sapi di Madura Ini Ternyata Tempat Bersejarah! Dibangun Tahun 1975, Kondisinya Kini...

Selasa, 6 Mei 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi, kawasan bersejarah di Madura yang kini beralih fungsi jadi tempat karantina sapi. (Pixabay/Liam Ortiz)

Disebutkan jika Benteng Sumenep dibangun saat terjadinya perang antara Inggris dan Belanda.

Untuk menjaga ancaman dan serangan dari luar pada masa itu, VOC membangun benteng pertahanan ini.

Bukannya tanpa alasan, dulu Sumenep dikenal sebagai tempat transit dengan bandar terbesar di Pulau Madura.

Maka tak heran jika dibangunlah sebuah benteng pertahanan di tanah seluas 15.000 m2 yang berlokasi di Pelabuhan Sumenep ini.

Benteng yang rampung dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Sumolo atau pendiri Keraton Sumenep dan masjid jamik Sumenep ini, pernah jatuh ke tangan serdadu Inggris pada 1811.

Selain itu benteng pertahanan di Sumenep ini juga pernah menjadi saksi bisu saat anak Diponegoro ditahan pada tahun 1853.

Alasan penahanan tersebut karena dituduh terlibat konspirasi diinisiasi oleh Harya Rangga, yang merupakan seorang pangeran yang membenci sultan Jawa dan orang-orang Eropa.

Di luar benteng bersejarah ini juga terdapat pemakaman Belanda yang dibangun di tahun 1933.

Di bagian gerbang makam yang kini semakin terlihat tua dan tak terawat ini tampak tulisan berbahasa latin 'Memento Mori' yang artinya "Ingatlah bahwa kamu akan mati".

Hal ini seakan semakin menegaskan jika kawasan tersebut memang pernah menjadi saksi jejak pemerintahan kolonial Belanda di masa silam.

Uniknya sebagai tempat bersejarah, area Benteng Kalimo'ok justru berada di Kawasan milik Dinas Peternakan sejak tahun 1998.

Kini kondisi benteng Kalimo'ok di Sumenep ini tampak memprihatinkan. Terlihat dari pintu gerbang kayu yang rapuh, tembok benteng yang kusam, dengan sejumlah retakan yang menjadi pertama lamanya usia bangunan zaman Belanda ini.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini