Tradisi ini biasanya diikuti dengan larungan sebagai kegiatan utama dari perayaan.
2. Bodo Apem pada Jum'at Wage Pekan Pertama Bulan Dzulqaidah
Bodo apem di tradisi masyarakat Jepara biasanya diadakan pada hari Jum'at Wage minggu pertama bulan Apit atau Dzulqa'dah.
Apem sendiri merupakan kue tradisional dengan bahan dasar tepung beras dan santan. Tradisi ini dilakukan dengan membuat hidangan ini dan membagikannya pada tetangga.
Biasanya kue apem akan dimakan dengan juruh atau kuah dari bahan campuran santan dan gula merah.
Simbol tradisi ini merupakan sebuah bentuk silahturahmi antar masyarakat.
3. Mitos Terkait Buyuk Laut atau Rembulung
Hal unik lainnya di Jepara yaitu adanya kepercayaan terkait buyuk.
Buyuk merupakan sejenis pohon nipah yang biasanya terbawa oleh arus laut dan terdampar di pantai.
Terdapat kepercayaan masyarakat Jepara bahwa kemunculan buyuk ini merupakan sebuah pertanda.
Pertanda tersebut terjadi setahun sekali, yaitu ketika peralihan musim hujan ke musim panas.
Kehadirannya menjadi tanda jika hujan mulai reda atau berkurang.
Itulah beberapa tradisi dan kepercayaan unik yang ada di Jepara. Selain memiliki tradisi unik, kota ini juga terkenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya yaitu Pulau Karimun Jawa.***