jelajah

Siapa Istri Ki Hajar Dewantara? Mengenal RA Sutartinah yang Berjasa dalam Memajukan Pendidikan Wanita Indonesia, Satu Angkatan dengan RA Kartini?

Jumat, 2 Mei 2025 | 10:30 WIB
Ki Hajar Dewantara selalu didampingi RA Sutartinah, sang istrii yang ikut membantu memajukan pendidikan melalui Taman Siswa dan menuwujkan pergerakan emansipasi wanita (Instagram/arsipnasionalri)

Keteguhannya meninggalkan tanah air dan menghadapi ketidakpastian di negeri asing mencerminkan komitmennya untuk selalu mendampingi sang suami memajukan bangsa melalui pendidikan dan perlawanan terhadap kolonialisme.

Di Belanda, Nyi Hajar tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga memperluas wawasannya tentang pendidikan dan pergerakan perempuan.

Beliau juga mendukung perekonomian keluarga dengan mengajar di Froebel School, taman kanak-kanak di Weimer Den Haag, Belanda saat terjadi perang Dunia I tahun 1914.

Baca Juga: Miris! Kisah di Balik Pembangunan Tugu Ngejaman di Malioboro, Penyebab Ki Hajar Dewantara Diasingkan ke Belanda

Pengalaman RA Sutartinah mengajar di tengah kondisi sulit Perang Dunia I kemudian menginspirasi pendirian Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia.

Mempelajari reformasi pendidikan mampu mengguncang Eropa sehingga RA Sutartinah mengajak sang suami mendirikan sekolah Taman Siswa pada 3 Juli 1922.

Taman Siswa menjadi lembaga pendidikan yang menjadi tonggak perjuangan Ki Hajar untuk menyediakan pendidikan bagi rakyat jelata.

Taman Siswa mengedepankan hubungan humanis antara guru dan murid, juga mencerminkan nilai-nilai sejalan dengan prinsip Nyi Hajar Dewantara.

Baca Juga: Mengenal Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara: Gagal Menjadi Dokter, Malah Jadi Pahlawan Nasional

RA Sutartinah mendirikan gerakan wanita melalui "Wanita Taman Siswa" yang aktif sebagai ketua dan penasihat umum membina organisasi tersebut.

Ia juga membina Taman Indria (Taman Kanak-Kanak) dan Taman Muda Sekolah Dasar serta aktif mengajar sebagai guru Taman Siswa. Namun, sekolah tersebut dianggap "sekolah liar" sehingga pemerintah Hindia-Belanda menutup kegiatan Taman Siswa.

Perjuangan Nyi Hajar Dewantara dan sang suami pun tak gentar. Meski Taman Siswa ditutup, RA Sutartinah melancarkan "Gerilya Pendidikan".

Baca Juga: Siapa Suami RA Kartini? Mengenal Bupati Rembang yang Jadi Pendukung Perjuangan Emansipasi Wanita, Ikut Mendirikan Sekolah Keputrian di Jawa Tengah

Guru-guru Taman Siswa mendatangi setiap rumah rakyat untuk mengajar di rumah masing-masing. Kadang mereka tertangkap karena mengajar diam-diam namun, digantikan oleh sukarelawan agar siswa-siswi dapat terus melanjutkan pendidikannya.

Nyi Hajar memahami bahwa pendidikan perempuan adalah kunci emansipasi. Ia membuka kelas bagi anak perempuan, yang pada masa itu sering diabaikan dalam sistem pendidikan formal.

Halaman:

Tags

Terkini