4. Mbok Yem Turun Gunung Jelang Lebaran
Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, Mbok Yem biasanya turun dari Gunung Lawu untuk berkumpul dengan keluarga.
Momen ini kerap viral dan selalu menyita perhatian publik di media sosial. Namun, pada 4 Maret 2025 lalu, Mbok Yem terpaksa ditandu turun lebih awal karena sakit.
Akun Instagram @zain_adventure mengunggah momen Mbok Yem turun gunung untuk terakhir kalinya yang harus ditandu melibatkan tujuh orang termasuk anaknya.
Saat dirawat di rumah sakit, tampak banyak warga dan pendaki ikut menjenguknya di RSU Aisyiyah Ponorogo. Meski sakit, beliau masih terlihat ramah dan antusias bercerita panjang lebar mengenai kondisinya.
Kondisi kesehatannya yang menurun akibat pneumonia akhirnya membawanya berpulang di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas pendaki, bahkan kabar duka ini tersebar luas hingga jadi trending di medsos hingga Google yang menunjukkan sosoknya begitu dikenal khalayak luas.
5. Senyum Ramah Mbok Yem Jadi Kenangan Tak Terlupakan
Selain warung dan makanannya, Mbok Yem dikenang karena sifatnya yang ramah. Senyumannya yang tulus dan sapaan hangatnya membuat pendaki merasa diterima.
Banyak yang menyebutnya sebagai sosok "ibu" bagi para pendaki. Kebaikannya menolong orang di tengah kondisi sulit menjadi kenangan tak terlupakan bagi pendaki dan pelanggan warung yang mengenalnya.
Hingga kini, banyak pendaki yang berbagi cerita di medsos mengenang Mbok Yem ketika singgah di warungnya.
Setelah kepergian Mbok Yem, belum ada keterangan resmi mengenai kelanjutan Warung Argo Dalem.
Beberapa pendaki di X berharap ada keluarga atau anak-anak atau kerabat mungkin melanjutkan warung Argo Dalem, meski suasananya tak akan sama seperti semula, tanpa kehadiran Mbok Yem.