SketsaNusantara.id - Situs Duplang merupakan salah satu situs arkeologi penting yang menjadi saksi bisu peradaban megalitikum di Indonesia.
Situs ini menjadi salah satu destinasi wisata menarik yang menawarkan wawasan tentang kehidupan masyarakat prasejarah atau manusia purba di Bumi Pandhalungan.
Berada lereng Gunung Argapura, Jember, situs ini merupakan salah satu perkampungan purbakala di Jawa Timur, selain Kendal dan Trowulan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman akun Instagram @pariwisatajember, situs Duplang terletak di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dahulu, tempat ini dinamakan Sembah Lasdono yang merujuk pada tempat manusia purba melakukan pemujaan terhadap arwah leluhur mereka. Tempat ini berubah nama setelah situs Duplang dilindungi Undang Undang pada tahun 1985.
Dikenal sebagai museum alam terbuka, situs ini menyimpan berbagai peninggalan megalitikum berupa artefak yang ditemukan dalam posisi aslinya, mencerminkan kehidupan dan kepercayaan masyarakat masa lampau.
Berikut 3 artefak yang bisa ditemui di Situs Duplang Arjasa Jember sekaligus menguak misteri dalam ketiga warisan prasejarah tersebut yang menarik untuk dibahas.
1. Batu Kenong
Batu kenong adalah artefak khas di Situs Duplang yang berbentuk bulat dengan tonjolan di atasnya, menyerupai alat musik tradisional kenong.
Batu kenong dulu berfungsi sebagai benda hiasan atau alat musik pada zamannya, dan konon digunakan dalam upacara pemujaan dan penguburan.
Terdapat dua jenis batu kenong yang ditemukan di situs Duplang, yakni batu kenong tunggal dengan satu tonjolan dan batu kenong kembar dengan dua tonjolan.