Hanya saja kendaraan non mesin ini tidak ditarik menggunakan kuda, melainkan ditarik oleh 2 ekor sapi.
Wujudnya mirip kereta kuda dengan struktur kayu dan 2 roda kayu yang besar di bagian kanan dan kiri.
2) Hubungan erat Pegon dan masyarakat Jember
Mungkin masyarakat Jawa Timur di wilayah Jember dan sekitarnya tidak asing dengan nama Pegon.
Sebab, dari dulu sampai saat ini, Pegon berhubungan erat sekali dengan masyarakat Jember, khususnya warga Jember bagian Selatan.
Masa itu, Pegon banyak digunakan oleh penduduk desa, salah satunya di wilayah Watu Ulo, Kabupaten Jember, seperti dikutip dari laman jemberkab.go.id.
Seperti fungsinya, saat itu tak ada kendaraan yang muat banyak untuk mengangkut barang-barang.
Pegon sangat bermanfaat dan menjadi salah satu kendaraan yang diandalkan masyarakat, terutama yang memiliki hewan ternak sapi.
Sebab, Pegon bisa digunakan dengan cara ditarik oleh 2 sapi yang pada masanya jadi hewan ternak andalan masyarakat desa.
3) Kegunaan Pegon
Pegon menjadi ikon alat transportasi tradisional zaman dulu yang masih eksis sampai sekarang.
Bentuknya yang mirip pedati atau delman membuatnya menjadi kendaraan serba guna pada zamannya.