jelajah

Daftar 19 Bupati Jember dari Zaman Hindia Belanda hingga Reformasi: Ada yang Diabadikan Jadi Nama Bandara dan Ada yang Menjabat Cuma 1 Tahun

Rabu, 9 April 2025 | 08:00 WIB
Potret Kantor Bupati Jember, yang menjadi saksi perkembangan kepemimpinan di Bumo Pandhalungan dari zaman Hindia Belanda sampai sekarang (Jemberkab.go.id)

16. M. Zainal Abidin Djalal (23 Juli 2005–23 Juli 2010)

Bupati ke-16 Jember ini merupakan pemimpin daerah pertama yang dipilih langsung oleh masyarakat melalui pemilu.

Menjabat selama 2 periode, Zainal Abidin Djalal membawa perubahan signifikan yang fokus pada peningkatan kualitas sektor pendidikan dan kesehatan, yang ikut meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jember.

17. Faida (17 Februari 2016–17 Februari 2021)

Sebagai bupati perempuan pertama di Jember, Faida membawa perspektif baru dalam kepemimpinan.

Dengan latar belakang profesinya sebagai seorang dokter, Faida tak hanya menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jember, tetapi juga menekankan pemberdayaan perempuan di wilayah tersebut.

18. Hendy Siswanto (26 Februari 2021–20 Februari 2025)

Dengan latar belakang sebagai pengusaha, Hendy fokus pada pengembangan ekonomi lokal termasuk memajukan UMKM.

Selama masa jabatannya sebagai Bupati, Hendy Siswanto membawa perubahan dalam pengembangan infrastruktur hingga ketahanan pangan, serta berusaha memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk warga Jember. 

Baca Juga: Bukan Hanya Sekadar Mode, Ini Harapan Besar Bupati Hendy Siswanto pada Gelaran Jember Fashion Carnaval 2024

19. Muhammad Fawait (20 Februari 2025–sekarang)

Bupati ke-19 Jember yang akrab disapa sebagai Gus Fawait ini merupakan sebagai pemimpin termuda di Bumi Pandhalungan.

Pria kelahiran 8 Februari 1988 ini terpilih jadi Bupati pada Pilkada 2024. Salah satu prioritas utamanya adalah menghidupkan kembali operasional Bandara Notohadinegoro untuk meningkatkan konektivitas dan perekonomian daerah.

Gus Fawait berharap bandara Notohadinegoro dapat digunakan sebagai embarkasi haji dan optimis mengaktifkan kembali bandara di Jember ini dapat meningkatkan sektor pariwisata di Kota Karnaval sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Tags

Terkini