jelajah

Daftar 19 Bupati Jember dari Zaman Hindia Belanda hingga Reformasi: Ada yang Diabadikan Jadi Nama Bandara dan Ada yang Menjabat Cuma 1 Tahun

Rabu, 9 April 2025 | 08:00 WIB
Potret Kantor Bupati Jember, yang menjadi saksi perkembangan kepemimpinan di Bumo Pandhalungan dari zaman Hindia Belanda sampai sekarang (Jemberkab.go.id)

9. Moh. Huseindipotruno (1967–1968)

Menjabat selama satu tahun, Huseindipotruno berusaha mempertahankan stabilitas daerah dalam masa transisi pemerintahan di Jember.

10. Abdul Hadi (1968–1979)

Dengan latar belakang militer, Abdul Hadi terpilih secara aklamasi dan dikenal sebagai Bupati Jember dengan kepemimpinan yang tegas serta disiplin.

11. Soepono (1979–1984)

Memiliki latar belakang militer, Soepono melanjutkan tradisi kepemimpinan disiplin dari Bupati sebelumnya yang fokus pada pembangunan infrastruktur daerah.

Baca Juga: Miris! Baru 13 Hari, Infrastruktur Alun-Alun Jember Nusantara Sudah Banyak yang Rusak, Diduga akibat Kualitas Buruk, Netizen: Lungguh Nyamil Keramik

12. Soeryadi Setiawan (1984–1989)

Menjabat pada masa transisi penting bagi Indonesia, Soeryadi berperan dalam membangun kembali Jember pasca-gejolak politik nasional.

13. Priyanto Wibowo (1989–1994)

Sebagai perwira tinggi TNI AD, Priyanto membawa pendekatan militeristik dalam kepemimpinannya, menekankan disiplin dan ketertiban.

14. Winarno (1994–1999)

Memimpin Jember menjelang era reformasi, Winarno menghadapi tantangan dalam mengelola aspirasi masyarakat yang semakin berkembang.

15. Samsul Hadi Siswoyo (2000–Mei 2005)

Menjabat di awal era reformasi, Samsul Hadi yang dikenal sebagai seorang akademisi, menjadi salah satu pemimpin daerah yang cukup berpengaruh di Jawa Timur. Selama masa kepemimpinannya, Samsul memiliki  sejumlah prestasi, namun ia juga menuai kontroversi karena tersandung kasus korupsi terkait penggunaan anggaran daerah yang menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 9 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini