9. Moh. Huseindipotruno (1967–1968)
Menjabat selama satu tahun, Huseindipotruno berusaha mempertahankan stabilitas daerah dalam masa transisi pemerintahan di Jember.
10. Abdul Hadi (1968–1979)
Dengan latar belakang militer, Abdul Hadi terpilih secara aklamasi dan dikenal sebagai Bupati Jember dengan kepemimpinan yang tegas serta disiplin.
11. Soepono (1979–1984)
Memiliki latar belakang militer, Soepono melanjutkan tradisi kepemimpinan disiplin dari Bupati sebelumnya yang fokus pada pembangunan infrastruktur daerah.
12. Soeryadi Setiawan (1984–1989)
Menjabat pada masa transisi penting bagi Indonesia, Soeryadi berperan dalam membangun kembali Jember pasca-gejolak politik nasional.
13. Priyanto Wibowo (1989–1994)
Sebagai perwira tinggi TNI AD, Priyanto membawa pendekatan militeristik dalam kepemimpinannya, menekankan disiplin dan ketertiban.
14. Winarno (1994–1999)
Memimpin Jember menjelang era reformasi, Winarno menghadapi tantangan dalam mengelola aspirasi masyarakat yang semakin berkembang.
15. Samsul Hadi Siswoyo (2000–Mei 2005)
Menjabat di awal era reformasi, Samsul Hadi yang dikenal sebagai seorang akademisi, menjadi salah satu pemimpin daerah yang cukup berpengaruh di Jawa Timur. Selama masa kepemimpinannya, Samsul memiliki sejumlah prestasi, namun ia juga menuai kontroversi karena tersandung kasus korupsi terkait penggunaan anggaran daerah yang menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 9 miliar.