SketsaNusantara.id- Warga Jawa Timur pasti sudah tidak asing dengan keberadaan Kabupaten Jember.
Namun siapa sangka, bahwa wilayah tersebut sempat memiliki sebuah kota yang kini sudah bersatu dengan induknya.
Mengenal tentang wilayah Kabupaten Jember. Sebuah wilayah yang terdiri dari suku Jawa dan Madura.
Baca Juga: 6 Arti Logo Kabupaten Jember Jawa Timur, Ada Padi dan Kapas Melambangkan Sama seperti Pancasila?
Selain itu terdapat pula warga Tionghoa dan Suku Osing. Karena pada dasarnya wilayah tersebut merupakan masyarakat pendatang.
Alhasil, Bahasa Jawa dan Madura paling banyak digunakan di wilayah Kabupaten Jember. Namun masyarakat sekitar memunculkan pula beberapa ungkapan khas wilayahnya.
Diketahui melalui laman website jatim.bpk.go.id Jember dulunya merupakan sebuah kota administratif.
Baca Juga: Usulan Perubahan Perda SOTK, Ketua Bapemperda DPRD Jember Hanan Kukuh: Ada 5 OPD yang Dilebur
Sehingga penyebutannya adalah Kota Jember. Namun sejak tahun 2001, istilah tersebut dihapus.
Maka Kota Administratif Jember kembali menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Jember. Adapun Kota Jember diresmikan sesuai dengan PP No 104 pada tahun 1976.
Saat itu, Kota Jember terdiri dari tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Sumbersari, Kaliwates dan Patrang.
Namun sejak kembali menjadi Kabupaten Jember. Maka secara astronomis wilayah tersebut terletak 113°30’ – 113°45’ Bujur Timur dan 8°00’ – 8°30’ Lintang Selatan.
Lebih lanjut, Jember merupakan pusat regional di kawasan Timur daerah Tapal Kuda.