Masyarakat menyebutkan bahwa nama Jember berasal dari kata "Jembhar" dalam bahasa Madura dan "Jembar" dalam bahasa Jawa, yang sama-sama memiliki arti wilayah luas atau lapang.
Ada pula cerita lain yang cukup populer di kalangan masyarakat mengenai legenda asal usul Jember yang diambil namanya dari seorang gadis bernama Jembersari.
Dalam cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, Jembersari adalah seorang pemimpin, anak dari kepala kampung nelayan yang gugur dalam pertempuran.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, masyarakat pun menamai daerah itu dengan nama 'Jember'.
Ada pula kisah menarik yang menyebut penamaan Jember berasal dari masa kerajaan Majapahit ketika Raja Hayam Wuruk melakukan perjalanan ke daerah Puger yang kini adalah salah satu kecamatan di Jember.
Konon, saat Raja Hayam Wuruk melakukan perjalanan ke wilayah Puger, rombongan kereta kudanya terhambat karena jalanan yang becek dan berlumpur.
Melihat kondisi itu, sang raja menyebutkan kata 'Jembrek' yang dalam bahasa Jawa berarti becek karena berlumpur.
Kata tersebut kemudian berkembang di masyarakat jadi "Jember" yang diyakini menjadi asal usul penamaan daerah tersebut.
Kini, ada juga versi cerita lain yang menyebut bahwa nama Jember berasal dari tanaman jambe atau pinang.
Meskipun versi ini tidak sepopuler cerita lainnya, kisah ini masih terbilang masuk akal, mengingat keberadaan tanaman pinang yang kerap ditemui di berbagai wilayah di Indonesia.
Bahkan, beberapa desa di Jember dinamakan Sumberpinang hingga Sumberjambe karena tanaman pinang atau pohon jambe cukup banyak ditemukan di wilayah ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini