Setelah turunnya kewajiban puasa Ramadhan, Rasulullah SAW mengganti Nairuz dan Marjaan dengan hari Idul Fitri dan Idul Adha tepat setelah perang badar berhasil dimenangkan kaum muslimin.
Tujuan Rasullullah SAW melakukan hal itu agar umat islam memiliki tradisi yang sesuai dengan syariat islam.
Baca Juga: Asal-usul Sahur yang Ternyata dari Seorang Buruh Kurma di Zaman Rasulullah SAW
Secara filosofis, Idul Fitri melambangkan kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu.
Idul Fitri juga menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!