SketsaNusantara.id- Peninggalan Kerajaan Majapahit memang kerap menarik perhatian. Lantaran memiliki segudang keunikan, bahkan misteri.
Salah satunya peninggalan yang sempat ditemukan pada tahun 1983. Merupakan sebuah candi yang sampai saat ini masih dilestarikan.
Disebut dengan nama Candi Keboireng. Candi ini berlokasi di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.
Candi Keboireng ini diidentifikasi sebagai peninggalan masa kerajaan kuno. Yakni Kerajaan Majapahit yang pusat pemerintahannya berada di Mojokerto.
Ada sejumlah penemuan yang menjadi titik keunikan dari Candi Keboireng tersebut. Pasalnya, penemuan ini menjadi bukti sejarah yang hanya ada pada zaman kerajaan.
Penemuan yang pertama adalah makara. Yakni makara bentuk naga yang pertama kali ditemukan pada tahun 1985.
Pada zaman masyarakat Srilanka kuno. Mereka sering ketakutan jika mengarungi lautan dalam.
Karena mereka percaya bahwa di dalam laut terdapat sosok monster yang disebut sebagai makara.
Adapun makara dalam Bahasa Sanksekerta memiliki arti naga laut atau monster laut. Merupakan mitologi kepercayaan umat Hindu.
Masyarakat pada zaman itu percaya dan mulai menyembahnya. Lantaran dipercaya bisa melindungi mereka.
Selain ditemukan makara, candi peninggalan Kerajaan Majapahit itu juga memiliki kepala kala dengan panjang 84 cm dan tinggi 55 cm.
Artikel Terkait
Fungsi Petirtaan Belahan yang Dikenal Sebagai Situs Pemandian Kuno di Pasuruan, Konon Berkaitan dengan Selir Raja Airlangga?
Ragam Relief Pada Candi Simping yang Dikenal Sebagai Situs Kuno Era Majapahit, Konon Digunakan Sebagai Makam Raden Wijaya
Fungsi Pendirian Candi Penampihan Sejak Era Kerajaan Mataram Kuno, Konon Saat Diresmikan Digelar Acara Ini...
Jejak Kerajaan Singasari di Malang, Bisa Bikin Awet Muda? Terbongkar Sederet Mitos yang Tersembunyi di Balik Candi
Inilah Keadaan Candi Morangan, Situs Hindu yang Berasal dari Masa Kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno, Ternyata Punya Hal Unik Ini!
Inilah Wujud Keadaan Candi Bocok Situs Kuno dari Masa Raja Hayam Wuruk, Benarkah Ada Arca Kepercayaan Dewaraja?