SketsaNusantara.id - Berbicara tentang masjid-masjid tertua di Pulau Jawa, pasti banyak yang menebak bahwa Masjid Agung Demak adalah juaranya.
Masjid Agung Demak yang berlokasi di di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini memang merupakan salah satu jajaran masjid tertua, tetapi bukan yang paling tua.
Terdapat salah satu masjid di Jawa Tengah yang lebih tua dari Masjid Agung Demak, nama masjid tersebut adalah Masjid Sekayu atau Masjid Taqwa Sekayu Semarang.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman jatengprov.go.id, Masjid Sekayu Semarang merupakan tempat ibadah umat Islam yang terletak di tengah pemukiman Kampung Sekayu, RT5/RW1, Semarang Tengah, Kota Semarang.
Masjid Sekayu Semarang ini menjadi jejak sejarah yang penting bagi peradaban Islam di Nusantara khususnya Semarang, Jawa Tengah.
Sebagai salah satu masjid tertua di Jateng, Masjid Sekayu dibangun sekitar tahun 1413, lebih tua dibandingkan Masjid Agung Demak yang dibangun pada tahun 1420.
Sebelum menjadi Masjid Sekayu Semarang, dulunya rumah ibadah ini merupakan tempat pengumpulan kayu yang dijadikan bahan bangunan Masjid Agung Demak.
Pada masanya, tempat pengumpulan kayu yang memiliki nama Pekayuan menjadi tempat mengumpulkan kayu-kayu yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Kedungjati, Ungaran, Ambarawa, Purwodadi, dan Kendal.
Berdasarkan informasi Dewan Ketakmiran Masjid Sekayu Achmad Arief, pendiri Masjid Sekayu Semarang merupakan ulama sekaligus murid dari Sunan Gunung Jati yang bernama Kiai Kamal.
Baca Juga: Inilah Jadwal Pintu Makam Sunan Kalijaga yang Berada di Kelurahan Kadilangu Demak Jawa Tengah
Diceritakan, Kiai Kamal bukan hanya mendirikan rumah ibadah yakni Masjid Sekayu, tetapi ia juga mendirikan pemukiman Islam yang berada tak jauh dari masjid.
Artikel Terkait
Sempat Hilang dari Peta, Misteri Selat Muria di Wilayah Jawa Tengah: Apakah Akan Muncul Lagi?
Apa Itu Ruwat Gimbal? Tradisi Unik di Kawasan Dieng Jawa Tengah untuk Anak-Anak, Dipercaya Mampu Buang Hal Buruk
Desa Wayang Kulit di Jawa Tengah, Ada Ciri Khas dari Kulit yang Digunakan
Siapa Kyai Guru? Sosok yang Disebut Sebagai Guru dari Para Guru di Kaliwungu Kendal Jawa Tengah
Kutukan Turun-Temurun untuk Salah Satu Marga Tionghoa di Indonesia: Marga Ini Tidak Boleh Menginjakkan Kaki di Kecamatan Lasem, Jawa Tengah