Saat berjalan-jalan di wilayah selatan Gunung Kidul, Anda akan melihat pegunungan karst yang tersusun dari batuan gamping.
Banyak bukit dan gunung yang tampak seperti karang laut karena batuan tersebut memang berasal dari karang di dasar laut purba.
Perubahan dari lautan menjadi daratan ini disebabkan oleh pergerakan lempeng Indo-Australia yang berada di selatan Pulau Jawa.
Lempeng ini bergerak ke utara dan bertabrakan dengan bagian selatan Pulau Jawa.
Baca Juga: Satu Pulau Beda Sifat Serta Budaya! Inilah yang Membedakan antara Orang Suku Jawa dan Sunda
Karena lempeng Indo-Australia lebih berat, ia merangsek ke bawah lempeng Eurasia, menyebabkan sebagian lautan di selatan Jawa terangkat menjadi daratan baru.
Namun, perubahan ini membawa tantangan tersendiri.
Wilayah karst yang terdiri dari batu gamping memiliki sifat poros dan mudah larut.
Air hujan cepat meresap melalui celah-celah batu gamping, sehingga sulit tersimpan di dalam tanah, terutama pada lapisan tanah dangkal.
Namun, di lapisan tanah yang lebih dalam, terdapat sumber air yang melimpah berupa sungai bawah tanah yang terbentuk karena pelarutan batu kapur.
Tantangan lain adalah tanah yang gersang dan kurang subur di wilayah selatan Gunung Kidul.
Tanah yang tandus karena pelapukan batu kapur membuat pertanian menjadi sulit.
Artikel Terkait
3 Rekomendasi Cafe di Banyuwangi 2024, Cocok untuk Nongkrong Asik Sambil Nugas, Atap Langit Salah Satunya!
Kuasai 20 Persen Dunia, Tak Disangka Keberingasan Pasukan Mongol Ternyata Takluk dan Dipermalukan oleh Raja Jawa Ini
Resto Jepang Mulai Rp30 Ribu Bisa Nikmati Steak Premium di Kota Malang, Serasa di Jepang
Piknik Estetik Anti Ribet di Bawah Pohon Apel di Kota Batu: Cocok Dikunjungi saat Liburan
Capek Tinggal di Bumi? Cafe di Kota Batu Ini Berkonsep Luar Angkasa, Hawanya Dingin Banget...