Minggu, 12 Juli 2026

Fakta Menarik Candi Ganjuran Yogyakarta, Perpaduan Budaya Jawa dan Katolik dengan Keajaiban Tirta Perwitasari

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 21 Mei 2026 | 20:00 WIB
Candi Ganjuran di Bantul, Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)
Candi Ganjuran di Bantul, Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)

Seiring pembangunan candi, fasilitas sosial di wilayah itu juga berkembang. Saat itu mulai dibangun gereja kecil, asrama putri, dan sekolah dengan ratusan murid.

Pada tahun 1938, Pastor Alb Soegijopranata turut memprakarsai perarakan Sakramen Mahakudus di altar candi. Tokoh tersebut kemudian dikenal sebagai uskup pribumi pertama di Indonesia pada tahun 1941.

Selain dikenal karena sejarah dan budayanya, Candi Ganjuran juga sering dikaitkan dengan Tirta Perwitasari. Air tersebut berasal dari bawah area candi dengan debit cukup besar.

Banyak peziarah datang untuk mengambil maupun meminum air tersebut. Saat ini tersedia sembilan kran air di kawasan candi untuk kebutuhan peziarah.

Ada sejumlah kesaksian para Peziarah di Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, terkait dengan penyembuhan penyakit2 yang sudah lama diderita.

Candi Ganjuran kini menjadi salah satu tujuan wisata religi di Yogyakarta. Pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga menikmati suasana budaya Jawa kuno yang masih terjaga.

Bangunan bercorak tradisional itu juga menjadi daya tarik wisata sejarah di Bantul. Hingga sekarang, kawasan tersebut tetap ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Gerejaganjuran.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X