Seiring pembangunan candi, fasilitas sosial di wilayah itu juga berkembang. Saat itu mulai dibangun gereja kecil, asrama putri, dan sekolah dengan ratusan murid.
Pada tahun 1938, Pastor Alb Soegijopranata turut memprakarsai perarakan Sakramen Mahakudus di altar candi. Tokoh tersebut kemudian dikenal sebagai uskup pribumi pertama di Indonesia pada tahun 1941.
Selain dikenal karena sejarah dan budayanya, Candi Ganjuran juga sering dikaitkan dengan Tirta Perwitasari. Air tersebut berasal dari bawah area candi dengan debit cukup besar.
Banyak peziarah datang untuk mengambil maupun meminum air tersebut. Saat ini tersedia sembilan kran air di kawasan candi untuk kebutuhan peziarah.
Ada sejumlah kesaksian para Peziarah di Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, terkait dengan penyembuhan penyakit2 yang sudah lama diderita.
Candi Ganjuran kini menjadi salah satu tujuan wisata religi di Yogyakarta. Pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga menikmati suasana budaya Jawa kuno yang masih terjaga.
Bangunan bercorak tradisional itu juga menjadi daya tarik wisata sejarah di Bantul. Hingga sekarang, kawasan tersebut tetap ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Liburan ke Candi Borobudur di Magelang? Ingat, Dilarang Injak Stupa Ya! Ini 2 Alasannya Menurut Balai Konservasi
Mitos Kunto Bimo Candi Borobudur, Sempat Bikin Pengunjung Rebutan Pegang Arca dalam Stupa hingga Dilarang Balai Konservasi
Momen Anggun C Sasmi Selfie Bareng Presiden dan Ibu Negara Emmanuel Macron di Candi Borobudur: Selfie Mahal
Wisata Sejarah di Malang Jawa Timur, Inilah Pesona Candi Singosari dan Kisah Legendanya yang Memikat
2 Penemuan Unik dari Candi Peninggalan Majapahit di Pasuruan, Simbol Sakral Warisan Kerajaan Kuno yang Tersembunyi