SketsaNusantara.id - Desa Ketingan di Sleman, Yogyakarta pernah berada dalam situasi yang membuat warganya gelisah.
Kawanan burung kuntul datang dalam jumlah besar dan menetap. Kehadiran mereka memicu kekhawatiran serius di kalangan petani setempat.
Burung-burung tersebut mulai bermigrasi ke wilayah Ketingan saat musim penghujan.
Masa itu bertepatan dengan musim kawin burung kuntul. Warga menduga tanaman padi dan melinjo akan terdampak langsung.
Sebagian warga sempat berupaya mengusir kawanan burung itu. Langkah tersebut dilakukan demi melindungi sumber penghasilan utama mereka. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Alih-alih pergi, burung kuntul justru bertahan dan berkembang biak. Populasinya terus meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi ini memaksa warga beradaptasi dengan situasi baru.
Baca Juga: Diakui Dunia, Desa Wisata Wukirsari Bantul Raih Predikat 55 Desa Wisata Terbaik Dunia
Perlahan, sikap warga berubah. Kawanan burung tidak lagi dipandang sebagai ancaman utama. Desa Ketingan kemudian berkembang menjadi kawasan konservasi burung kuntul di Yogyakarta.
Perubahan tersebut membawa dampak lanjutan yang tidak terduga. Desa Ketingan kini dikenal sebagai Desa Wisata Burung Kuntul. Identitas baru itu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Aktivitas birdwatching menjadi daya tarik utama. Wisatawan datang untuk mengamati perilaku burung di habitat alaminya. Kegiatan ini diminati pecinta satwa dan wisata alam.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Jogjaprov.go.id, kini Desa Ketingan memiliki agenda budaya tahunan. Pada bulan September, digelar tradisi Merti Bumi. Acara tersebut menjadi bagian penting dalam kalender desa.
Merti Bumi menampilkan berbagai kesenian tradisional. Rangkaian kegiatan meliputi kirab budaya dan kenduri. Pagelaran wayang juga menjadi bagian dari perayaan tersebut.
Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur. Warga merayakan hasil bumi yang diperoleh sepanjang tahun. Nilai kebersamaan menjadi unsur utama dalam pelaksanaannya.
Artikel Terkait
Rekomendasi Desa Wisata untuk Destinasi Liburan Natal dan Tahun Baru 2025, Ada 4 yang Dapat Pengakuan Dunia
Gak Cuma Bentangan Sawah nan Indah, Cobain 5 Pesona Keindahan dan Keunikan Desa Wisata Arjasa Kabupaten Jember, Ada Warisan Budaya Loh!
Jelajah Gunung Api Purba hingga Terlibat Kegiatan Seru Masyarakat di Nglanggeran, Desa Wisata Kelas Dunia
Desa Wisata Komodo, Satu-satunya Pemukiman Manusia di tengah Habitat Komodo, Destinasi Wisata Alternatif di Manggarai Barat, NTT
SMK Manunggal Desa Wonoboyo, Kiat SMKN 1 Klabang Bondowoso Dongkrak Desa Wisata Gunung Taman Langit