Kamis, 4 Juni 2026

Kampung Bausasran Yogyakarta: Kawasan Abdi Dalem Pakualaman yang Menghidupkan Ruang Kota

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 15 Januari 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi Kampung Wisata Bausasran Yogyakarta. (Pexels/Thới Nam Cao)
Ilustrasi Kampung Wisata Bausasran Yogyakarta. (Pexels/Thới Nam Cao)

SketsaNusantara.id - Kampung Bausasran merupakan salah satu kampung yang berada di Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta.

Kawasan ini dikenal tidak hanya karena letaknya yang strategis, tetapi juga karena latar belakang penamaan dan aktivitas warganya. Nama Bausasran memiliki keterkaitan langsung dengan tokoh yang pernah tinggal di wilayah tersebut.

Penamaan Kampung Bausasran tidak berangkat dari kondisi geografis atau peristiwa sejarah tertentu.

Baca Juga: Mengenal Kampung Wisata Dewa Bronto Yogyakarta, Blusukan Kampung, Susur Code, Museum Perjuangan, dan Kisah Lampor Nyi Roro Kidul

Nama kampung ini merujuk pada sosok Tumenggung Bausasra. Tokoh tersebut merupakan abdi dalem Puro Pakualaman yang dikenal sebagai ahli bangunan.

Keberadaan Tumenggung Bausasra menjadi penanda awal terbentuknya kawasan permukiman ini. Dari tempat tinggal tokoh tersebut, wilayah Bausasran kemudian berkembang.

Saat ini, Kelurahan Bausasran terdiri dari beberapa kampung, seperti Kampung Tegal, Lempuyangan, Macanan, dan Bausasra.

Baca Juga: Selain Jejak Shaggydog hingga Budaya Arab, Kampung Wisata Sayidan Yogyakarta Tawarkan Pengalaman Blusukan Sungai

Seiring pertumbuhan Kota Yogyakarta yang semakin padat, kebutuhan ruang hijau menjadi semakin penting.

Kondisi ini mendorong munculnya berbagai inisiatif berbasis masyarakat. Salah satu yang menonjol adalah pengembangan kampung sayur di Kelurahan Bausasran.

Kelurahan Bausasran dikenal luas karena aktivitas kampung sayur yang dijalankan warganya.

Lokasinya berada di sebelah selatan Stasiun Lempuyangan. Di kawasan ini, warga aktif menanam berbagai jenis sayuran di lingkungan sekitar.

Kegiatan bercocok tanam dilakukan tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Sebagian hasil panen juga dimanfaatkan sebagai sumber tambahan penghasilan. Pola ini menunjukkan pemanfaatan lahan perkotaan secara produktif.

Kampung Bausasran berubah menjadi kawasan yang asri dan hijau. Perubahan tersebut merupakan hasil kerja kolektif warga. Peran kelompok tani dan ibu-ibu PKK menjadi bagian penting dalam proses ini.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Jogjakota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X