“Yang kedua adalah disiplin. Kita tahu ada anak-anak yang hanya telat beberapa menit dicoret dari pelatihan Timnas. Saya pikir ini menunjukkan kekompakan yang sangat baik,” lanjutnya.
“Yang ketiga adalah stamina. Sekali lagi, di mana anak-anak mempunyai taktik, strategi, atau apapun yang terbaik, tapi kalau stamina tidak menunjang, dia tidak akan bisa bermain full dalam 2x45 menit,” tambahnya.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting yang membuat Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan di bawah asuhan Shin Tae-yong, bahkan di tengah situasi sulit saat pandemi COVID-19.
Iwan Bule juga mengaku bahwa banyak pesan dari netizen yang masuk ke akun pribadinya, baik melalui direct message maupun kolom komentar, yang mendorongnya untuk menyampaikan aspirasi tersebut secara terbuka.
“Saya memberikan saran ini semata-mata hanya kecintaan saya kepada sepak bola,” katanya.
Ia menegaskan bahwa usulan agar Shin Tae-yong kembali menangani Timnas tidak didasari kepentingan pribadi, melainkan karena rasa cinta terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Unggahan video tersebut mendapat sambutan luar biasa dari publik. Hingga kini, postingan itu telah disukai lebih dari 16 ribu pengguna Instagram dan dibanjiri komentar yang bernada positif.
“Nih keren nih,” kata akun @fadly_asr.
“Mantap ini!,” tulis akun @cakargaruda.id.
“Comeback pak jadi ketum pak,” komentar dari @ep_setiawan.
“Rindu jamanmu pak, kau yang memulai kemajuan itu pada Timnas,”komentar bernada nostalgia dari @widiantotorito
“Kekurangan bapak cuma satu, kurang dekat dengan FIFA pak… Hanya itu. Tapi kelebihan bapak, BANYAKKK,”pujian dari @dzalfateeh__.
Dari berbagai komentar yang muncul, terlihat jelas bahwa banyak pendukung Timnas masih menaruh kepercayaan tinggi kepada duet Iwan Bule dan Shin Tae-yong yang dinilai berhasil mengubah wajah Timnas Indonesia menjadi lebih kompetitif di Asia.***