“Karena belum ada bibit, maka naturalisasi, itu juga semacam pembenaran, sehingga pembibitan itu berhenti,” sambung Rocky kemudian.
“Jadi kita mesti anggap bahwa, walaupun kita kalah melulu, tetapi kita ada upaya menghasilkan prestasi, melalui pembibitan, melalui kurikulum yang bahkan bisa dibantu dengan ilmu olahraga mutakhir,” tutur Rocky lagi.
Sehingga kata dia, Indonesia sedianya mesti menghidupkan kembali bahwa sepak bola merupakan kebanggaan nasional, bukan hasil dari naturalisasi.
“Peristwa Presiden Jokowi mungkin ketika masuk lapangan (laga Indonesia kontra Australia;red) memuji lalu di mulyono-mulyono kan, itu juga penanda sinisisme,” paparnya.
Bahwa menurutnya, seolah-olah menandakan Presiden Jokowi khususnya tidak memberi perhatian penuh pada olahraga, sehingga terpaksa melakukan naturalisasi pemain.
“Seperti kebiasaan pak presiden, berhutang ke luar negeri sehingga dianggap juga pemain-pemain yang dinaturalisasi, itu sebetulnya sama seperti minjem dari luar negeri,” urainya.
“Kita tahu bahwa di dalam timnas kita itu sebetulnya nas-nya itu sedikit sekali, itu yang lebih banyak nat-nya yakni naturalisasi,” tutup Rocky.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Ketum PSSI Erick Thohir Targetkan 22 Pemain Timnas Indonesia Punya Kekuatan Seimbang, Siapa Next Naturalisasi?
Nova Arianto Beberkan Ada Pemain di Timnas Indonesia U-17 Mulai Alami Star Syndrome, Netizen: Alasan PSSI Suka Naturalisasi..
Peter Gontha, Mantan Dubes RI untuk Polandia Galau! Senggol Pemain Naturalisasi yang Huni Skuad Timnas Indonesia, Alasannya...
Putri Gus Dur Sentil Orang yang Malu dengan Pemain Naturalisasi Indonesia, Yenny Wahid: Jangan Berpikiran Sempit