Pada tahun 2013, Ratri kemudian bergabung dengan tim nasional para-bulutangkis dan berhasil mencetak segudang prestasi membanggakan.
Ratri tercatat telah meraih 1 medali perunggu dan 2 medali perak pada kategori tunggal putri di Pesta Olahraga Nasional (PON) Difabel Asia tahun 2014.
Selain itu, Ratri juga berhasil meraih medali emas pertamanya di PON Difabel Asia tahun 2014 pada kategori ganda campuran berpasangan dengan Fredy Setiawan.
Tak berhenti di situ, Ratri juga menyapu bersih medali emas di 3 kategori yang diikutinya pada PON Difabel Asia Tenggara tahun 2015.
Sedangkan, pada ajang PON Asia Tenggara tahun 2017 Ratri kembali meraih medali emas berpasangan dengan Hary Susanto.
Catatan prestasinya yang membanggakan, membawa Ratri mengikuti World Badminton Championship atau Kejuaraan Dunia pertamanya pada tahun 2017 dan meraih gelar juara dunia dengan perolehan 2 medali emas pada kategori ganda campuran bersama Hary Susanto.
Pada tahun yang sama, Ratri juga meraih medali perak untuk tunggal putri dan medali perunggu untuk kategori ganda putri bersama Khalimatus Sadiyah.
Medali emas kembali diraih Leani Ratri Oktila pada PON Difabel Asia pada tahun 2018 kategori ganda campuran yang berlangsung di Jakarta. Ia juga meraih medali perak pada kategori tunggal putri.
Performanya yang gemilang, Ratri mempertahankan gelar Juara Dunia untuk kategori ganda campuran pada World Badminton Championship 2019. Ia juga berhasil menyabet medali perak di kategori ganda putri bersama Khalimatus Sadiyah.
Tak henti-hentinya menorehkan prestasi membanggakan, Leani Ratri Oktila dinobatkan sebagai Pemain Para-Bulutangkis Putri Terbaik BWF (Badminton World Federation).
Dilansir dari laman PB Djarum, Ratri dinobatkan jadi pemain terbaik selama dua tahun berturut-turut oleh Federasi Bulutangkis Dunia atas perolehan prestasinya sepanjang tahun 2018-2019.
Ratri juga mendapatkan penghargaan Indonesian Sport Awards pada kategori Atlet Pasangan Putri Disabilitas Terfavorit bersama Khalimatus Sadiyah pada tahun 2018.
Ratri mengikuti Paralimpiade pertama kali pada tahun 2020 lalu dan kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan 2 meraih medali emas masing-masing untuk kategori ganda putri bersama Khalimatus Sa'diyah dan ganda campuran bersama Hary Susanto serta medali perak untuk kategori tunggal putri.
Artikel Terkait
Netizen Gruduk Bea Cukai Buntut Atlet Bawa Pulang Medali Emas dari Olimpiade Paris 2024, Kemenkeu Auto Turun Tangan
Peraih Emas Pertama dalam Olimpiade Paris 2024, Inilah Profil 'Manusia Cicak' Veddriq Leonardo Atlet Panjat Tebing Kebanggaan Indonesia
Inilah Kisah Unik di Balik Keberhasilan He Bing Jiao Saat Meniti Karirnya Sebagai Atlet Setelah Resmi 'Gantung Raket' dari Dunia Bulutangkis
Bukan Hanya Peraih Medali, Atlet Kontingen Indonesia Olimpiade Paris 2024 Juga Akan Terima Bonus, Segini Besarannya...
5 Fakta Shella Selpi Lizah Istri Albi Dwizky: Dari Atlet hingga Pejuang Kanker Ovarium dan Meninggal Di Usia 21 Tahun