Kamis, 4 Juni 2026

Usai Raih Emas Olimpiade 2024, An Se Young Luapkan Kekecewaan pada Asosiasi Bulutangkis Korea! Ancam Out dari Timnas, Ada Apa?

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 12:45 WIB
An Se Young, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024.  (Instagram/bwf.official. )
An Se Young, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024. (Instagram/bwf.official. )

Dia mengaku kecewa dengan sistem tim nasional sejak pertama kali masuk skuad pada tahun 2018.

Baca Juga: Profil Rifda Irfanaluthfi, Atlet Senam Indonesia yang Berhasil Cetak Sejarah Olimpiade Paris 2024 Di Balik Kisah Cedera ACL

"Kemarahan saya menjadi bahan bakar yang membantu saya mewujudkan impian saya,” kata An Se Young lebih lanjut.

"Saya ingin suara saya didengar. Bisa dibilang, itulah impian saya,” sambungnya lagi.

Secara khusus, An Se Young mengatakan pemain tunggal seperti dirinya harus dikelola secara berbeda dibandingkan pemain ganda.

"Tunggal dan ganda jelas berbeda dan kami harus berlatih dengan sistem yang berbeda,” kata An.

"Harus ada kelompok pelatih yang berbeda dan program pelatihan juga harus berbeda. Semua pemain tunggal mempunyai gaya yang unik, tetapi tim nasional mencoba mengarahkan mereka semua ke arah yang sama,” keluhnya lagi.

Baca Juga: Hampir Satu Bulan, Jenazah Zhang Zhi Jie Ternyata Belum Diambil Pihak Keluarga di RSUP Sardjito, Apa Alasannya?

An mengatakan, operasional tim nasional berkisar pada nomor ganda, karena pemain ganda secara tradisional lebih sukses dibandingkan pemain tunggal di ajang internasional.

"Dalam hal pengobatan dan pelatihan, pemain ganda memiliki prioritas,” kata An, seraya menambahkan bahwa dia lebih suka memiliki pelatih pribadi seperti beberapa rivalnya dari luar negeri.

An juga mengklaim timnas selama ini masih berpegang pada program latihan yang kuno dan tidak efisien.

Baca Juga: Gegara Merokok dan Minum Alkohol, Pesenam Shoko Miyata Gagal Tampil di Olimpiade Paris 2024! Peluang Jepang Raih Medali Hilang?

"Program angkat besi tetap sama, 365 hari setahun, dan pelatihan keterampilan tidak berubah selama bertahun-tahun,” kata An.

"Mereka juga harus memastikan para pemain tidak cedera saat latihan, atau memberi mereka perawatan yang tepat jika pemain terluka. Namun para pemain menderita cedera dan tidak bisa bermain dalam pertandingan,” tukasnya lagi.

An juga menuding Asosiasi Bulutangkis Korea mengambil keputusan sepihak tanpa berkonsultasi dengan pemain.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X