“Menurut pedoman, dokter turnamen, di bawah arahan wasit, mempunyai tanggung jawab untuk merespon keadaan darurat di lapangan, termasuk dugaan serangan jantung, dan dalam skenario ini, memberikan intervensi hingga layanan medis yang tepat tersedia (misalnya ambulans),” BWF kembali menegaskan dalam pernyataannya.
Saat menerapkan pedoman tersebut, BWF menekankan bahwa semua personel harus siap setiap saat untuk merespon semua intervensi medis yang diperlukan, termasuk keadaan darurat, sesegera mungkin.
“Setelah peninjauan kami selesai, kami akan menentukan apakah aspek tertentu dari pedoman ini perlu diubah,” tegas BWF.***
Artikel Terkait
Profil dan Biodata Zhang Zhi Jie, Atlet Bulu Tangkis Tiongkok yang Alami Kejang-Kejang dan Meninggal Usai Bertanding di GOR Amongrogo Yogyakarta
Prestasi hingga Ranking BWF Zhang Zhi Jie, Atlet Bulu Tangkis China yang Meninggal Dunia saat Bertanding di Yogyakarta
Kurang Sat Set? Begini SOP pada Gangguan Ritme Jantung yang Diduga Dialami Zhang Zhi Jie, Dokter Tirta: Ada Evaluasi
Warning Dokter Tirta Berkaca dari Meninggalnya Zhang Zhi Jie: Serangan Jantung Bisa Terjadi ke Semua Orang, Jangan...
Zhang Zhi Jie Meninggal Dunia saat Bertanding, Tunggal Putri Indonesia Gregoria Mariska Soroti Aturan BWF