Ayah korban juga menuduh bahwa pengacara Son Heung Yun menawarkan kompensasi uang dengan syarat keluarga tidak membicarakan masalah ini kepada pers, dan menulis pernyataan untuk membebaskan Son dari segala hukuman.
Mereka juga tidak diperbolehkan melaporkan masalah tersebut ke National Soccer Association.
Keluarga korban sangat marah sehingga memutuskan untuk tidak menerima tawaran tersebut.
Saat itulah pihak Son menawarkan lebih banyak uang kepada mereka.
Akhirnya karena marah, ayah korban menyatakan bahwa dia tidak akan menerima pembayaran kecuali mereka memberinya ₩500 juta KRW (sekitar $359.000 USD) atau setara Rp5,9 miliar, setelah itu pihak Son berubah dan mulai menolak klaim.
Terakhir, perwakilan hukum korban mengklaim bahwa semua orang di lapangan mengetahui reputasi pelatih SON Academy.
Namun orang tua siswa menitipkan anaknya di akademi dengan harapan anaknya bisa sukses di bidangnya.
Selain itu, banyak orang tua yang diklaim takut untuk mengungkap masalah, jika anak-anak mereka masuk daftar hitam di industri ini.***
Artikel Terkait
Sosok Matthew Baker yang Menarik Perhatian Usai Pertandingan Lawan Singapura, Netizen Sebut Ketenangannya Bermain Mirip Jay Idzes
Legenda Sepak Bola Jepang ini Puji Performa Gemilang Timnas Indonesia, Akui Sudah Siap Melawan Jika Bertemu Satu Grup di Ronde 3
Cantik dan Berbakat! Inilah Sosok Pemain Keturunan untuk Timnas Indonesia, Putri Estella Loupatty yang Curi Perhatian Publik
Inilah Sosok Pemain Sepak Bola Cantik Noa Leatomu, Akui Siap Bela Tanah Kelahiran Sang Kakek