Langkah ini juga selaras dengan visi PSSI untuk membangun tim nasional yang berkelanjutan, bukan sekadar berorientasi pada hasil instan.
Kehadiran pelatih kepala yang aktif di dalam negeri diyakini dapat memperkuat koordinasi antara tim nasional, klub, dan federasi.
Selain kesediaan tinggal di Indonesia, aspek lain yang menjadi sorotan adalah komposisi staf kepelatihan.
John Herdman disebut hanya akan membawa maksimal tiga asisten dari luar negeri. Selebihnya, ia akan bekerja bersama pelatih-pelatih lokal Indonesia.
Kebijakan ini mencerminkan upaya transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam negeri.
Dengan melibatkan pelatih lokal secara langsung dalam tim kepelatihan timnas, diharapkan terjadi proses pembelajaran berkelanjutan.
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan sepak bola Indonesia yang tidak hanya membutuhkan pelatih asing, tetapi juga regenerasi dan peningkatan kualitas pelatih nasional.
Kehadiran Herdman diharapkan dapat menjadi katalis dalam proses tersebut.
Baca Juga: Isu Timnas Akan Dilatih John Herdman Semakin Menguat, Media Swiss: Blunder Jilid Dua
Dalam pernyataan yang sama, Sumardji juga mengungkapkan jadwal kedatangan John Herdman ke Indonesia.
Pelatih berpengalaman yang pernah menangani Timnas Kanada tersebut dijadwalkan tiba pada malam hari.
“John akan tiba tanggal 11 malam & tanggal 12 diperkenalkan,” lanjut Sumardji.
Agenda perkenalan resmi ini akan menjadi momentum awal dimulainya era baru kepelatihan Timnas Indonesia.
Publik sepak bola nasional pun menaruh harapan besar terhadap arah dan filosofi permainan yang akan dibawa Herdman.
Meski Sumardji menegaskan bahwa CV bukan satu-satunya faktor, rekam jejak John Herdman tetap menjadi nilai tambah yang signifikan.
Artikel Terkait
Jadi Tuan Rumah di Jakarta, Indonesia Tantang Irak hingga Korea Selatan di AFC Futsal Asian Cup 2026
Gabung Agensi Elite Eropa, Mees Hilgers Buka Babak Baru Kariernya, Benarkah Sinyal Hengkang dari FC Twente?
Setelah Gagal di 2025, Timnas Indonesia Tatap 2026 dengan Agenda Super Padat dan Target Baru
Diremehkan dengan Peluang Juara Hanya 1 Persen, Sejauh Manakah Persib Bandung Mampu Melangkah dan Menantang Prediksi di AFC Champions League Two?