Dalam duel satu lawan satu, Dean berhasil memenangkan 3 dari 4 duel (75%), menegaskan ketangguhannya dalam menghadapi tekanan pemain lawan. Tak hanya itu, 2 tekel sukses menunjukkan kontribusinya dalam menjaga kestabilan lini belakang Eagles.
Kombinasi produktivitas menyerang dan kekuatan bertahan inilah yang membuat Dean James pantas diganjar rating 8,6 dari FotMob tertinggi di antara semua pemain di lapangan.
Gelar Man of The Match (MOTM) pun terasa sangat layak disematkan padanya. Ia bukan hanya pahlawan kemenangan Go Ahead Eagles, tetapi juga simbol kebangkitan pemain keturunan Indonesia yang kini mulai mencuri perhatian di kompetisi besar seperti Eredivisie.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Laga Irak Tinggalkan Luka! Thom Haye dan Shayne Pattynama Disanksi FIFA, Indonesia Tanggung Akibatnya
Meski Dibungkam Brasil 4-0, Timnas Indonesia U17 Belum Habis! Garuda Muda Masih Punya Asa Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025
Gol Joey Pelupessy Selamatkan Lommel dari Kekalahan, Bukti Konsistensi Gelandang Timnas Indonesia di Eropa
Penampilan Solid Nathan Tjoe-A-On Antar Willem II Raih Hasil Imbang Dramatis di Liga Belanda
Kevin Diks Catat Sejarah Sebagai Pemain Pertama Indonesia yang Cetak Gol di Bundesliga, Jadi Pahlawan Gladbach di Derby Kontra Koln