Bagi Megawati Hangestri, partai final ini bukan sekadar laga penting, tapi simbol dari transformasi besar.
Kehadirannya sebagai pemain Asia telah menjadi titik balik Red Sparks. Musim lalu, kehadiran Megawati berhasil membawa tim menembus babak playoff, dan musim ini dia menjadi bagian penting dari perjalanan menuju final.
Jika Red Sparks menang, Megawati akan mencatatkan sejarah sebagai salah satu pilar penting kebangkitan klub.
Persaingan Ketat di Liga Voli Korea Putri
Sejak pertama kali digelar pada 2005, Liga Voli Korea Putri dikenal dengan kompetisi yang sangat kompetitif.
Red Sparks menjadi juara perdana saat mengalahkan Hi-Pass, dan sejak itu trofi juara berpindah tangan nyaris setiap musim.
Pink Spiders, rival Red Sparks di final kali ini, mencatatkan diri sebagai tim paling sukses dengan empat gelar juara (2005/2006, 2006/2007, 2008/2009, dan 2018/2019) serta enam kali menjadi runner-up.
Jika mereka kalah di final kali ini, Red Sparks akan menyamai pencapaian mereka dengan empat gelar juara, juga modal besar untuk membangkitkan rivalitas yang lebih panas musim depan.
Red Sparks sendiri mengoleksi tiga trofi juara dari musim 2005, 2009/2010, dan 2011/2012.
Juara bertahan musim lalu, Hyundai Hillstate, kali ini harus puas menempati peringkat ketiga setelah disingkirkan Red Sparks di semifinal dengan skor 1-3. Tim ini telah mengoleksi tiga gelar (2010/2011, 2015/2016, dan 2023/2024) serta tiga kali runner-up.
IBK Altos juga tampil konsisten dengan tiga gelar (2012/2013, 2014/2015, dan 2016/2017), diikuti GS Caltex yang memiliki jumlah gelar serupa (2007/2008, 2013/2014, dan 2020/2021) meski hanya dua kali menjadi finalis yang gagal.
Hi-Pass mencatat dua gelar (2017/2018 dan 2018/2019) dan empat kali sebagai runner-up. Sementara AI Peppers masih berjuang keras menembus papan atas sejak debut pada musim 2020/2021. Hingga kini, mereka belum pernah lolos ke babak playoff.
Perlu dicatat, Liga Voli Korea sempat dibatalkan pada musim 2019/2020 dan 2021/2022 karena pandemi COVID-19.
Namun, atmosfer kompetisi kini semakin bergelora di musim 2024/2025, terlebih dengan laga final leg kelima yang mempertemukan dua raksasa: Red Sparks vs Pink Spiders, dalam duel klasik yang sarat gengsi dan sejarah.
Artikel Terkait
Bikin Para Lelaki Minder! Inilah 4 Atlet Voli Indonesia dengan Bayaran Tertinggi, Sampai Menyentuh Miliaran Rupiah?
Akan Melawan Tim Tangguh Arab Saudi, Berikut Jadwal Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putaran 3
Becek hingga Berlumpur, Atlet Voli Ramai Kritik Venue PON 2024 Aceh-Sumut, Yolla Yuliana: Kocak...
Profil Lengkap Yolla Yuliana Atlet Voli Putri yang Sindir Venue PON di Sumatera Utara, Ternyata Prestasinya Membanggakan!
Patrick Kluivert Diumumkan Secara Resmi Sebagai Pelatih Timnas 5 Hari Lebih Cepat dari Jadwal PSSI, Netizen: Kami Mau Hasil!