Baca Juga: Sejarah Minuman Khas Betawi, Bir Pletok: Tidak Memabukkan, Namun Manfaatnya Bukan Kaleng-Kaleng
Ia bahkan dijuluki sebagai ikon dari Kemayoran dengan sebutan muka kampung rezeki kota.
Lahir dari keluarga sederhana, bakat seni Benyamin Sueb sudah terlihat sejak usia dini.
Ia pernah berkeliling kampung untuk mengamen saat saat masih berusia 3 tahun.
Benyanyi akan didudukkan di atas meja dan dibujuk agar menyanyi dan menari.
Mendengar permintaan ini, bagaikan di atas panggung, Ben kecil langsung berdiri. Selesai menyanyi dapat duit segobang sebagaimana dinukil SketsaNusantara.id dari buku Muka Kampung Rezeki Kota karya Ludhy Cahyana, Yayasan H. Benyamin Sueb (2005).
Bahkan bersama kakak-kakaknya, ia pernah mendirikan Orkes Kaleng dengan memakai alat musik dari kaleng bekas dan memainkan lagu-lagu Belanda zaman dulu.
Lalu pada tahun 1959, Benyamin mulai sering ‘ngamen’ di kafe-kafe bersama grup musiknya, Melody Boys.
Namanya pun mulai dikenal di dunia hiburan usai lagu ciptaannya, Malam Minggu (Nonton Bioskop) yang dinyanyikan Bing Slamet sukses besar seperti dikutip dari Facebook Benyamin Sueb.
Lalu pada 1968, ia mulai menyanyikan lagunya sendiri yang berjudul Si Djampang dengan lirik Betawi.
Namanya kemudian melejit dan dikenal sebagai penyanyi pop lagu berbahasa Betawi.
Barulah pada tahun 1970, ia merambah dunia seni peran hingga dipercaya menjadi pemeran utama di film Intan Berduri (1972).